Klaten Bersinar

Bupati Sri Mulyani Dampingi Menteri Syahrul yang Kunjungi Klaten, Dengarkan Curhat Petani 

TribunSolo.com/Istimewa
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat menjawab sejumlah pertanyaan dari para petani saat sesi tanya jawab, Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, Senin (10/04/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Klaten, Sri Mulyani turun ke lapangan.

Mereka mendatangi Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, Senin (10/04/2023). 

Keduanya mendengarkan curhat para petani yang selesai panen raya padi program IP 400.

Dari pantauan TribunSolo.com di lokasi, rombongan Mentan tiba di area persawahan Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, sekitar pukul 09.17 WIB, Senin (10/4/2023). 

Saat turun dari kendaraan dinasnya, Mentan bersama rombongan disambut Bupati Klaten, Sri Mulyani dan Jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten, kemudian bergegas menuju ke sawah untuk memanen padi.

Pada kesempatan itu, dilakukan dialog dengan para petani sembari menyelesaikan pekerjaannya memanen padi. 

Sempat berpindah-pindah ke beberapa titik lokasi, akhirnya Mentan mencoba sendiri beberapa mesin panen padi hingga membajak sawah menggunakan traktor didampingi petani.

Baca juga: Penjelasan Menkeu Sri Mulyani Soal Keluhan yang Diungkap Soimah, Sebut Ada Kesalahpahaman

Usai kegiatan itu, kemudian dilanjutkan dengan memberikan pengarahan kepada jajaran pemerintah dan para petani. 

Usai memberikan arahannya, ia membuka kesempatan bagi para petani untuk menyampaikan permasalahannya. 

Saat itulah ada salah satu petani menyampaikan soal pengairan yang mampet.

"Keadaannya hari ini, untuk pengairan di desa kami tersumbat karena diatasnya gorong-gorong ada cor-coran." 

"Jadi saya minta Bapak Menteri, Allahu Akbar, minta untuk dinormalisasi," ujar salah satu petani Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, yang tidak sempat menyebut namanya. 

Keluhan tersebut langsung ditanggapi oleh Menteri Pertanian. 

"Ibu Bupati tolong ditanggulangi," ujar Syahrul Yasin Limpo diiringi jawaban siap dari Bupati Klaten.

"Saya setuju, sata akan bicara dengan Menteri PU, kalau padat karya saya setuju. Saya yakin kalau (irigasi) itu bisa baik, rakyat lebih baik," ujar Syahrul.

Memanfaatkan kesempatan yang sama, diungkapkan Ketua Gapoktan Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Muhammad Tofa jika pihaknya mengalami kekurangan benih untuk mendukung program IP 400.

"Benih yang kami terima itu kurang, jadi kita harus cari tambahan. Padahal kalau nyari harus sejenis," papar dia.

"Kedua untuk mendukung IP 400, tapi saluran air kami kurang layak, karena kalau untuk menuju sawah masih perlu pembenahan, sehingga air menuju ke sawah bisa lancar," ungkapnya Tofa.

Menanggapi keluhan tersebut, Syahrul menyetujui soal kurangnya pasokan bibit, sehingga pihaknya akan memberikan suplai bibit sesuai kebutuhan petani. 

"Bibit saya setuju, yang penting buatan Indonesia," tegasnya. 

Namun, soal irigasi ia mengatakan jika sudah memberikan solusi yakni dengan bantuan pompa air sehingga tidak perlu pakai saluran semen. 

"Kalau pompa air ganti dengan padat karya buat sendiri, tidak usah pakai semen-semen," papar Tofa.

"Kalau ini dikerjakan pakai semen, paling kontraktornya yang dapat banyak," katanya.

"Saya tahu pentingnya irigasi itu, tapi jangan proyek (pihak ketiga) namun dikerjakan dengan padat karya per kelompok (tani)," pungkasnya. (*)