Berita Solo
Penyebab Wisatawan Tidak Lama Menginap di Hotel Solo, Padahal Sudah Ada Atraksi Malam
Wisatawan di Kota Solo ternyata hanya menghabiskan waktu satu malam saja. Jarang yang menghabiskan waktu hingga lebih dari tiga hari.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Lama menginap (length of stay) di Solo saat ini masih berkisar di angka 1,3.
Padahal sudah ada berbagai atraksi malam yang dihadirkan di Kota Solo namun belum berdampak signifikan.
Humas Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Solo Sistho A. Sreshtho menjelaskan, hal ini disebabkan karena kurangnya promosi ke pasar potensial di daerah lain.
"Normalnya Kota Solo sekitar 1,3-1,5. Tidak banyak tamu yang menginap lebih dari 2 malam," tuturnya saat dihubungi TribunSolo.com, Senin (1/5/2023).
Salah satu yang menurutnya potensial yakni Jawa Timur.
Baca juga: Lebaran Unik di Solo : Coba Sensasi Pasar Malam di Adhiwangsa Hotel Solo, Nostalgia Masa Kecil
"Kalau banyak market dari Surabaya perlu billboard besar dari sana," ungkapnya.
Selain itu, kalender event perlu dibuat lebih konsisten setiap tahun sehingga masyarakat lebih mudah mengingat.
"Branding bulan ini identik dengan kegiatan apa. Solo Great Sale di bulan apa, Solo Menari di bulan apa," tuturnya.
Sebenarnya sudah banyak atraksi yang dijalankan, mulai dari kegiatan di koridor Ngarsopuro-Gatot Subroto sampai seni pertunjukan tradisional seperti wayang orang sriwedari, ramayana, sampai ketoprak.
Hanya saja, banyak tamu yang belum menyadari keberadaan event ini.
"Lebih ke sosialisasi karena banyak tamu yang belum aware. Kalau ada kegiatan di situ stakeholder pariwisata harus terus mengangkat," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pertunjukan-Ketoprak-Balekambang.jpg)