Viral

Daftar Korban Kecelakaan Bus Rombongan Guru Gontor di Sulteng, Ada Warga Solo Mengalami Luka-luka

Kapolres Parimo AKBP Yudy Arto Wiyono menjelaskan, pihaknya masih mendalami kecelakaan ini.

Tayang:
Kolase TribunNetwork
Kecelakaan bus Rappan Marannu di Kebun Kopi Parigi, Sulawesi Tengah. Bus mengangkut puluhan santri Ponpes Gontor, 3 orang tewas. 

TRIBUNSOLO.COM - Kecelakaan dialami bus rombongan guru dari Pondok Pesantren Gontor yang masuk jurung di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu (3/5/2023) sekitar pukul 22.55 Wita.

Dalam kejadian ini 3 korban dikabarkan tewas serta sisanya alami luka-luka.

Baca juga: Kronologi Bus Rombongan Guru Baru Pondok Gontor Masuk Jurang, Berikut Daftar Nama 3 Korban Meninggal

Berdasarkan rilis yang diterima dari Ponpes Gontor, kecelakaan bermula saat rombongan guru hendak pergi ke Ponpes Gontor kampus 11 Ittihadul Ummah di Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Sebanyak 29 guru rencananya akan bertugas sebagai tenaga pendidik di kampus tersebut.

Sedangkan perjalanan dimulai dari Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, Jawa Timur, via pesawat menuju Kota Palu.

Sesampainya di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Kota Palu, perjalanan dilanjutkan dengan bus pada Rabu Rabu (3/5/2023) malam.

Bus romongan guru Gontor kemudian mengalami kecelakaan salah berbelok hingga masuk ke dalam jurang.

Lokasinya berada di kilometer 5 daerah Toboli, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Ponpes Gontor dalam rilisnya juga melaporkan para kondisi korban.

Diketahui 3 korban tewas akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.

Dikutip dari TribunPalu, Kapolres Parimo AKBP Yudy Arto Wiyono menjelaskan, pihaknya masih mendalami kecelakaan ini.

Sehingga pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab bus masuk ke dalam jurang.

Polres Parimo akan bekerja sama dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Parimo.

"Masih kita lakukan pendalaman terkait dengan kejadiannya, masih olah TKP, jadi belum bisa kita pastikan, di sini juga sudah ada Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan," kata Yudy, dikutip dari TribunPalu.com.

Yudy menambahkan, bangkai bus yang ringsek belum dapat dievakuasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved