Tribun Solo Wiki
Biodata Asti Suryo Astuti, Kepala Museum Batik Danar Hadi : Dulunya Pengacara, Tak Tertarik Batik
Kini di tangan Asti, sejumlah koleksi batik di Museum Batik Danar Hadi menjadi tempat wajib untuk dikunjungi pecinta batik.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Asti Suryo Astuti, SH.,KN. merupakan Kepala Museum Batik Danar Hadi Solo.
Perempuan kelahiran Yogyakarta 22 April 1969 ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga Jawa yang menjunjung tinggi budaya Jawa.
Hal itu yang membentuk Asti muda akhirnya mengenal salah satu produk budaya Jawa yang kini menjadi aset Indonesia, Batik.
Dari Batik, perempuan asal Bausasran Yogyakarta itu mengakui dirinya belajar banyak hal termasuk menghargai masa lalu.
"Sekarang bilang menarik, sebetulnya saya dulu juga tidak tertarik. Karena saya ini latar belakangnya dari Fakultas Hukum," kata Asti, kepada TribunSolo.com, Sabtu (6/5/2023).
"Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan Museum, tapi ketika tahun 1998 saya waktu itu bekerja sebagai pengacara di Jakarta, saya pulang," ceritanya saat mengisahkan pertemuannya dengan pendiri Batik Danar Hadi.
"Kebetulan ibu kandung saya, Almh Ir Tuti Suryanto diminta untuk membantu alm Bapak Santoso Dullah (owner dan founder Danar Hadi) untuk men-set-up suatu museum," katanya lagi.
Awalnya, Asti muda berpikir bahwa museum itu membosankan.
Baca juga: Biodata Jalu Aji, Atlet Bela Diri Asal Solo : Pemegang 33 Mendali Kejuaraan Berbagai Cabor Bela Diri
Tapi ternyata pandangannya berubah setelah berkecimpung di dalamnya.
"Karena pak Santoso sudah memiliki koleksi tetapi beliau harus ada bantuannya terkait penataannya, konsepnya, narasinya. Saat itu ibu meminta saya untuk membantu, di situ pikiran saya dulu museum itu membosankan dalam hati saya," kata dia.
"Ternyata setelah sampai di tempat ini dan bertemu dengan Pak Santoso Dullah, pandangan saya berubah. Pertemuan itu kini merubah jalan hidup Asti, karena kepeduliannya pada Batik terutama koleksi pribadi Santoso Dullah," beber Asti.
Di bawah kepemimpinan Asti, kini museum Batik Danar Hadi Solo menjadi salah satu museum swasta terbesar dan tersukses di Indonesia.
Kini di tangan Asti, sejumlah koleksi batik di Museum Batik Danar Hadi menjadi tempat wajib untuk dikunjungi pecinta batik.
Hal itu tidak lain karena Museum Batik Danar Hadi merawat dengan baik setiap koleksinya termasuk batik buatan tahun 1840 dan 1900-an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Asti-Suryo-Astuti-kurator-sekaligus-Kepala-Museum-Batik-Danar-Hadi-Solo.jpg)