Info Karanganyar
Desa Ngunut Jadi Pilot Project Desa Anti Korupsi, Usaha Pemkab Karanganyar Agar Diikuti Desa Lainnya
Karanganyar terus mendorong agar Desa di wilayahnya bersih dari korupsi. Salah satu wujud nyatanya adalah menunjuk desa Ngunut jadi Desa Anti Korupsi.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar dijadikan percontohan Desa anti korupsi.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar bimbingan teknis (bimtek) program desa anti korupsi, di Aula Balai Desa Ngunut, Rabu (10/5/2023).
Kepala Inspektorat Kabupaten Karanganyar Zulfikar Hadits mengatakan pilot project untuk Desa Ngunut sebagai percontohan desa anti korupsi diharapkan dapat mewujudkan pemerintahan desa yang bersih dari korupsi.
"Mewujudkan pemerintah desa yang tranparansi dan bebas korupsi, dalam penyelenggaraan pemerintah perlu dibuat sistem sehingga pemerintahan dan pembangunan di desa dapat terkendali," ucap Zulfikar kepada TribunSolo.com, Rabu (10/5/2023).
Zulfikar mengatakan menjadi desa anti korupsi, perlu dibuat sistem yang benar-benar dapat dikendalikan pemerintahan dan pembangunan desa dapat terkendali.
Baca juga: Sosok Bupati Karanganyar Pengganti Juliyatmono Versi PSI, Anak Muda Anti Korupsi
Dia menyebutkan, ada belasan indikator pengendali yang dijalani untuk menjadi desa yang anti dari korupsi.
"Ini tidak mudah tapi pelan-pelan dijalankan untuk pemerintahan yang bersih dari korupsi berorientasi pada layanan masyarakat," kata Zulfikar.
Dia mengatakan, dalam pilot project tersebut, dalam mengatur keuangan desa, diharuskan dilakukan secara transparan dan bebas korupsi.
Ia berencana akan ada perluasan di sejumlah desa di Karanganyar untuk program desa anti korupsi nanti.
"Harapannya dapat menularkan ke desa lainnya, sehingga bisa menjadi pioner untuk desa lainnya, selain itu tidak ada lagi kepala desa yang berurusan dengan hukum,"ujar Zulfikar.
Kepala Inspektorat Pemprov Jateng Sri Rahayu Ningsih mengatakan ada 7809 desa di Jawa Tengah untuk didorong untuk jadi Desa anti korupsi.
Dia berharap, dengan adanya pilot project ini, Indonesia bersih dari korupsi dapat terwujud.
"Program ini sebagai bentuk dukungan dalam upaya pencegahan korupsi," kata Sri Rahayu.
Terpisah perwakilan Direktorat Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aris Dedi Arham berharap program desa anti korupsi di Desa Ngunut dapat menularkan virus anti korupsi ke wilayah lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pemerintah-Kabupaten-Karanganyar-menggelar-bimbingan.jpg)