Berita Solo
Waspada Gelombang PHK Pabrik Garmen Dampak Perang Ukraina, Disnaker Solo Ambil Ancang-ancang
Isu PHK akibat perang Ukraina jadi perhatian Disnaker Solo. Mereka mengantisipasi dan mengambil ancang-ancang terkait itu.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Isu soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pabrik garmen menjadi perhatian Disnaker Solo.
Kepala Disnaker Solo Widyastuti telah mengambil ancang-ancang terkait kemungkinan terjadinya PHK buruh pabrik garmen akibat Perang Ukraina.
Ia berupaya keras agar ketika PHK terjadi, mereka bisa terserap di perusahaan lain yang membutuhkan.
"Tahun ini juga ada banyak yang ter-PHK kaitannya dengan imbas dari Ukraina. Biasanya menyerang sektor garmen," jelasnya saat ditemui Kamis (11/5/2023).
Pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk membahas dampak dari peristiwa ini.
"Kalau itu kita juga sudah rapat dengan dewan tripartit untuk membahas kendala yang dihadapi kaitannya dengan maraknya PHK," terangnya.
Saat ini pihaknya belum mendapat informasi mengenai PHK buruh pabrik garmen.
Namun kalau pun terjadi, pihaknya telah menyiapkan langkah agar para buruh dapat segera mendapatkan pekerjaan kembali.
Baca juga: Nasib 92 Buruh DMDT 1 Karanganyar yang Terkena PHK, Sudah Dapat Kompensasi, Tertinggi Rp6 Juta
"Tentunya kita juga menggiatkan info loker. Biasanya kita mencari job fair agar bisa ngelamar dan ada penempatan yang bisa diambil," jelasnya.
Seperti telah diketahui, Perang Ukraina memberi dampak besar, antaranya kepada kenaikan inflasi di Amerika dan Eropa, kenaikan biaya-biaya logistik, dan anjloknya pesanan garmen.
Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Surakarta Muhammad Sholahudin mengkonfirmasi sejauh ini serikat di bawah SPN Kota Surakarta belum ada PHK.
"Untuk perusahaan garment anggota SPN Kota Surakarta tidak ada data PHK," ujarnya.
Ditemui terpisah, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Solo, Wahyu Rahadi menjelaskan pihaknya terus mengawal gelombang PHK yang bisa sewaktu-waktu terjadi.
"Kemungkinan terjadinya beberapa PHK. Kondisinya memang sedang tidak baik," jelasnya.
Ia pun berusaha untuk mengkonsolidasikan di kalangan serikat pekerja agar bisa menanggulangi PHK yang akan terjadi.
"Kami melakukan konsolidasi agar ketika terjadi PHK kita mendapat datanya dan bisa melakukan tindak lanjut apa yang kami bantu dengan teman-teman," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-PHK-Puluhan-buruh-PT-Delta-Merlin-Dunia-Textile-1-DMDT-1-Kara.jpg)