Temuan Potongan Tangan di Solo
Suyono Mengaku Gemetar saat Memutilasi Tubuh Rohmadi Warga Keprabon Solo, Minta Maaf pada Keluarga
Tubuh Suyono gemetar saat melakukan mutilasi pada rekan kerjanya sendiri. Dia mengaku sebenarnya takut, namun tak ada pilihan lain. Kini dia menyesal.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Gemetar, kata itu disampaikan Suyono (50) pelaku mutilasi rekan kerjanya, Rohmadi warga Keprabon, Banjarsari, Solo.
Di depan polisi Suyono mengaku dirinya sebenarnya juga sambil gemetar saat memotong tubuh korban Rohmadi.
Namun, tidak ada pilihan lain.
Saat itu, dia mengaku takut untuk membawa keluar tubuh Rohmadi secara utuh dari TKP.
Dia kemudian meminjam pisau pemotong daging dari tetangganya dan memutilasi korban.
Suyono, saat dirilis kepolisian hanya duduk di kursi roda dengan dua kaki yang terlihat diperban.
Selama memberikan keterangan, tersangka banyak menunduk.
Suyono mengaku dia membunuh Rohmadi karena dia sakit hati.
Aksinya tersebut dilakukan di toko mebel bangunan di Kecamatan Grogol, Sukoharjo
Awalnya, Suyono tidak berniat untuk melakukan mutilasi.
Namun lantaran bingung membawa korban, dia akhirnya memutuskan untuk memutilasi korban dengan pisau.
"Setelah saya bunuh dengan memukul bagian kepala belakang sebanyak tiga kali, setelah tidak bernyawa saya bingung untuk membawa keluar," ucap Yono, Selasa (30/5/2023).
Baca juga: Dibalik Mutilasi Warga Keprabon Solo : Bingung Buang Tubuh Besar R, Akhirnya Pelaku Pilih Mutilasi
Setelah bingung bagaimana cara membawa keluar, Yono meminjam sebilah pisau dari tetangganya yang merupakan pedagang sate kambing.
"Saya meminjam pisau potongan daging ke tetangga yang jualan sate kambing," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Mutilasi-Rohmadi.jpg)