Viral

Viral Terapi Gebrak Kasur Agar Bayi Tak Kagetan, Dokter Anak Ungkap Bahayanya : Bisa Pendarahan Otak

Dalam narasi video yang beredar, terapi menggebrak kasur ini bertujuan untuk membuat bayi tidak kagetan.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Capture Banjarmasinpostvideo
Viral video menggebrak kasur untuk membuat bayi tidak kagetan. 

TRIBUNSOLO.COM - Viral di media sosial, tradisi mengagetkan bayi yang sedang terbaring di kasur.

Dalam narasi video yang beredar, terapi menggebrak kasur ini bertujuan untuk membuat bayi tidak kagetan.

Video itu viral setelah diunggah di TikTok, Kamis (1/6/2023) lalu.

Berdalih sebagai tradisi, dokter justru mengingatkan berbahayanya terapi mengagetkan bayi.

Baca juga: Ingat Kasus Emak-emak Siram Air Kencing & Tinja ke Tetangga? Kini Masriah Dipenjara, Warga Syukuran

Seperti terlihat dalam video, seorang bayi yang sedang direbahkan di kasur dikagetkan dengan cara digebrak kasurnya oleh seorang wanita.

Konon katanya, terapi ini bertujuan membuat bayi tidak mudah kaget.

Sementara bayi dalam tersebut masih berumur sembilan hari.

"Tradisi orang jawa,de2 baru umur 9 hari,katanya biar gak kagetan," begitu narasi yang ada dalam unggahan tersebut.

Pengunggah juga menuliskan narasi lain di bawah video tersebut yang bertuliskan, "Masya allah de2 gak nangis".

Baca juga: Viral Jemaah Haji Ingin Turun dari Pesawat untuk Beri Makan Ayam, Terungkap Fakta Asli : Sudah Pikun

Video itu pun menuai beragam komentar, termasuk dari spesialis khusus tumbuh kembang anak.

Dalam video TikTok-nya, Dokter Spesialis Anak RSIA Tumbuh Kembang Miza Dito Afrizal menanggapi video viral tersebut.

Menurutnya, tindakan itu bisa membahayakan bayi.

Sebelum memberikan penjelasan, Miza Dito memohon maaf bahwa dirinya tidak bermaksud menyinggung tradisi tertentu.

Selanjutnya dalam video yang ada, ia menyampaikan beberapa dampak bagi bayi akibat terapi tradisional tersebut menurut pandangan medis.

Baca juga: Misteri Pembuang Bayi di Colomadu Karanganyar : Tunggu Pemeriksaan Jasad Bayi, Makan Waktu 2 Pekan

"Punya beberapa risiko yang cukup banyak," ucap Miza Dito.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved