Berita Wonogiri

Waspada Penipuan Modus Bansos di Wonogiri, Pelaku Minta Barang Berharga Lalu Kabur

Penipuan modus bansos marak terjadi di Baturetno, Wonogiri. Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati agar tidak termakan tipuan pelaku.

Tayang:
TribunSolo.com/Adi Surya
Ilustrasi bantuan sosial. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Warga Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, Wonogiri menjadi korban penipuan dengan modus memberikan bantuan sosial (bansos).

Bahkan dalam rentang waktu enam bulan terakhir, terjadi sejumlah kasus penipuan dengan modus yang sama di wilayah tersebut. 

Kades Sendangrejo, Sutrisno membenarkan hal tersebut.

Modus pelaku mengelabuhi korbannya adalah dengan embel-embel bansos. 

Dia menjelaskan, belum lama ini, salah satu warganya yakni Tugiyem, lansia asal Dusun Tunggur RT 3 RW 4 yang menjadi korban.

Warganya itu awalnya didatangi orang tak dikenal. 

Lalu orang tak dikenal tersebut mengiming-imingi korban akan memberikan bansos.

Pelaku meminta Tugiyem melepas cincin emas seberat 5 gram yang saat itu dipakainya. 

"Korban kemudian diminta untuk mengambil sejumlah berkas. Seperti KK dan KTP," kata dia, kepada TribunSolo.com, Senin (26/6/2023). 

Karena percaya, ujar Kades, Tugiyem kemudian mengambil KK dan KTP yang disimpan.

Hal itu menjadi kesempatan pelaku untuk melarikan diri.

Baca juga: Modus Penipuan i-Phone Murah di Akun IG Lokananta yang Di-Hack : Transfer Dibatasi 15 Menit Saja

Peristiwa serupa juga pernah terjadi sebelumnya.

Penipuan dengan modus memberikan bansos setidaknya sudah terjadi sebanyak tiga kali di wilayahnya. 

"Kurun waktu 6 bulan sudah tiga kali kejadian dan motif sama mau dapat bantuan. Dan yang satu mengaku dari Gasindo. Kalau total empat kali berarti," jelasnya. 

Kepala Dinsos Wonogiri, Kurnia Listyarini, mengimbau bahwa bansos resmi dari pemerintah disalurkan oleh petugas pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. 

Selain itu penerima bansos juga harus dibuktikan dengan berkas-berkas khusus seperti penerima PKH dan BPNT, pasti memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). 

"Kalau tidak resmi jajaran pemerintah, jangan dipercaya," kata Kurnia. 

Kurnia mengimbau ketika masyarakat mendapati kejadian serupa bisa segera melapor, misalnya ke Ketua RT. Dengan begitu, bisa diketahui apakah benar-benar resmi pendataan bansos atau hanya penipu. 

"Sampaikan dulu ke ketua RT/RW setempat. Pasti paham petugas yang diutus. Pasti juga membawa surat resmi atau surat penugasan," jelasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved