Pemilu 2024

Jawaban Prabowo Subianto, Kerap Dituding sebagai Penculik dan Sosok yang Seram

Prabowo Subianto acapkali dituding sebagai pembunuh hingga penculik usai peristiwa 1998.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com / Andreas Chris
Ketum Gerindra, Prabowo Subianto saat memberikan pidato dalam Harlah PMII di Benteng Vastenburg, Solo, Jumat (23/6/2023). 

TRIBUNSOLO.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto merespons soal tudingan-tudingan yang ditujukan kepadanya buntut peristiwa 1998.

Prabowo Subianto acapkali dituding sebagai pembunuh hingga penculik usai peristiwa 1998.

Ketua Umum Partai Gerindra ini pun mengakui, dia sudah sering  menjelaskan mengenai isu tersebut di ruang publik. 

Prabowo menyebut isu itu selalu muncul jelang Pemilu, baik sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres).

Baca juga: 5 Momen Prabowo dan Jokowi yang Kian Lengket, Faktor Dibalik Menguatnya Elektabilitas Prabowo?

Dia bependapat, di negara yang menganut sistem demokrasi liberal, biasanya lawan politik akan saling menjelek-jelekkan satu sama lain guna menjatuhkan popularitas lawannya.

"Kalau bisa, dijelek-jelekin terus supaya tidak bisa muncul. Nah, ini fenomena di banyak negara. Kita lihat di Amerika saja kan begitu. Di Amerika saja dicari-cari segala macam," ujar Prabowo dalam acara Mata Najwa, Jumat (30/6/2023).

Prabowo Subianto lantas menilai isu bahwa dirinya terlibat dalam peristiwa 1998 itu akan selalu dimunculkan ketika elektabilitasnya mengalami kenaikan.

Pada mulanya, Prabowo Subianto ditanya mengenai dirinya yang selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa 1998, terutama terkait pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Baca juga: Panda Nababan Sebut Gibran Anak Ingusan, Pengamat Prediksi Nasib Keluarga Jokowi di PDIP

Dia mengklaim, setiap kali elektabilitasnya berdasarkan hasil survei berbagai lembaga survei naik, isu tersebut terus dimunculkan.

"Saya sudah empat kali ikut pemilu. Dan memang tiap kali saya ikut, apalagi kalau angka poling saya agak bagus, ya mulai keluar (isu pelanggaran) HAM ini dan sebagainya," ujar Prabowo.

Namun, pria yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) ini mengatakan, hal tersebut biasa dalam kehidupan politik.

Pasalnya, dalam negara yang menganut sistem demokrasi liberal, biasanya lawan politik harus diturunkan popularitasnya.

Baca juga: "Saya Anak Baru" Jawaban Gibran untuk Sanjungan dari Prabowo, Disebut Calon Pemimpin Masa Depan

Prabowo lantas menganggap tudingan-tudingan yang datang tersebut sebagai risiko menjadi prajurit.

Ia mengatakan, telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan sumpahnya.

"Saya pertaruhankan nyawa saya, berkali-kali untuk republik, untuk rakyat," kata Prabowo.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved