Viral

Kisah Koordinator Penjual Ginjal, Bertugas Kumpulkan Orang, Bukannya Untung Malah Utang Rp700 Juta

Dia mengaku tak mendapat untung sama sekali dari bisnis jual ginjal ini.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews.com/ Abdi Ryanda Shakti
Tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) penjualan ginjal ke Kamboja ditangkap Polda Metro Jaya, Kamis (20/7/2023). 

TRIBUNSOLO.COM - Tersangka penjualan ginjal Internasional, jaringan Bekasi-Kamboja, yakni Hanim (41), memberikan pengakuan soal bisnis gelap yang dijalaninya.

Dia mengaku tak mendapat untung sama sekali dari bisnis jual ginjal ini.

"Nggak ada untung sama sekali, malah kalau dihitung ininya malah rugi, karena dorongan," ujar Hanim, Sabtu (22/7/2023).

Baca juga: Nasib Haji Sondani Dulu Nikahi Gadis Muda Mahar Rp500 Juta, Kini Sakit Ginjal dan Ditinggal Istri

Hanim juga turut menjadi pendonor selain dia adalah seorang koordinator.

Setelah dua bulan masa penyembuhan pada 2019, dia pun dihubungi oleh seseorang yang disebut "broker"

Dari situlah, Hanim diajak menjadi koordinator sejumlah pasien WNI di Kamboja.

"Waktu itu saya bawa dua orang berarti lima sama saya, sekitaran bulan September apa akhir Agustus gitu.

Sampai di sana, empat orang di Kamboja lakukan medical check up lagi, cuma di sana pasiennya baru ada dua, jadi yang dua dipulangkan dan dua dioperasi," tuturnya.

Baca juga: Bucin Tingkat Dewa, Wanita Ini Rela Donorkan Ginjal untuk Pacarnya, Eh Malah Diselingkuhi

"Setelah kami pulang lagi ke Indonesia, kemudian tiga mingguan, saya memberangkatkan lagi sekitar enam orang termasuk dua orang yang disana. Begitu terus prosesnya dikirim ke Kamboja," sambung Hanim.

Proses pemberangkatan para pendonor ginjal ucap Hanim, sempat berhenti pada 2020 hingga 2022 karena diterpa Pandemi Covid-19.

Hingga pada Maret 2023, Hanim berhasil mengumpulkan 40 orang yang akan melakukan transplantasi ginjal.

Meski demikian, dari hasil medical check up, sebanyak 35 orang bawaan Hanim tak lolos, dan terpaksa dipulangkan.

Hanim mengaku, biaya operasional dari 35 orang yang tak lolos itu pun dibebankan kepadanya.

"Nah ternyata di bulan Maret itu ada info tidak jadi, tidak jadi proses. Jadi 35 itu dipulangkan. Itu biaya ini itu jadi kasbon saya ke rumah sakit," ungkapnya.

Tak sampai di situ, Hanim kembali mencari orang yang ingin menjual ginjalnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved