Klaten Bersinar
Respons Pedagang soal Aturan Dilarang Merokok di Pasar Gedhe Klaten
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Begini respons pedagang Pasar Gedhe Klaten soal penerapan aturan larangan merokok pasar tersebut.
Untuk diketahui bahwa larangan tersebut berlaku di bangunan zona a dan b baik itu pedagang ataupun pengunjung pasar tersebut.
Salah satu pedagang yang ditemui TribunSolo.com dilantai 2, Sarwini menyambut baik larangan tersebut.
Baca juga: Pasar Gedhe Klaten Bakal Terapkan Kebijakan Larangan Merokok
"Ya bagus, saya dukung aturan itu," jawabnya.
Menurutnya dengan penerapan kebijakan tersebut akan membuat lingkungan di dalam bangunan tersebut menjadi lebih nyaman.
"Kalau ada yang merokok berarti ada polusi udara, jadi saat jualan lebih nyaman," ucapnya.
Dirinya yang sudah berjualan puluhan tahun atau sekitar tahun 80n hingga kini telah menjadi seorang nenek, mengaku kagum dengan bangunan pasar yang baru.
"Bangunannya lebih modern, tertata rapi."
"Insyaallah pasarnya ramai, Karena disini kan lokasinya di jantung kota disamping itu daya beli masyarakat juga berbeda," jawabnya.
Ia berharap, lokasi yang baru dapat menjadi ladang rejeki bagi dirinya dan keluarga.
"Semoga laris, lancar, bisa jadi tempat cari rejeki yang barokah," ungkapnya.
Ditemui dalam kesempatan berbeda, pedagang sepatu, Slamet (50) yang telah berjualan di Pasar Gedhe Klaten sudah lebih dari 20 tahun itu mengaku tak masalah dengan larangan merokok di dalam bangunan pasar.
Meski ia seorang perokok aktif, dirinya akan patuh akan aturan tersebut.
"Kalau saya akan taati aturannya, dan saat di (dalam) pasar tidak merokok dulu," ucapnya.
Bukan tanpa alasan dirinya dengan suka rela mentaati peraturan tersebut meski dirinya seorang perokok aktif.
Hal tersebut ia nilai sudah menjadi jalannya untuk bisa berhenti dari kebiasaan merokok yang ia mulai sejak muda.
Baca juga: Sudah Dapat Kunci, Pedagang Bisa Tempati Lapak di Pasar Gedhe Klaten, Sesuai Zona
"Malah berharap dengan adanya larangan itu malah jadi bisa berhenti merokok, karena memang anak dan istri minta saya untuk berhenti merokok," ungkapnya.
"Karena saya ini perokok aktif sejak muda, sudah puluhan tahun, kalau cuma 30 tahun sudah lebih," tambahnya.
Dia berharap, dengan aturan tersebut juga dapat membuat masyarakat nyaman.
Sehingga banyak pembeli yang datang ke pasar tersebut.
"Kalau pasarnya bagus, semoga menarik pembeli, karena saat ini pedagang pasar kalah sama pedagang online," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pasar-Gedhe-Klaten.jpg)