Berita Sukoharjo
Pengakuan Maba UIN Raden Mas Said Surakarta yang Diminta Daftar Pinjol, Takut Data Disalahgunakan
Mahasiswa Baru UIN Raden Mas Said Surakarta buka suara. Dia mengatakan memang panitia mengimbau untuk mendaftar aplikasi pinjol tersebut.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kasus Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta tengah menjadi sorotan.
Sebab, para maba itu diminta untuk mendaftar aplikasi Pinjaman Online (Pinjol).
Salah satu mahasiswa baru Prodi Sejarah Peradaban Islam, FH (18) mengatakan, himbauan untuk mendaftar pinjol ini diberikan oleh panitia saat mengumpulkan mahasiswa.
"Cuma disuruh registrasi doang, (panitia) omong langsung ke mahasiswa pas dikumpulin di Graha," ujar Faqih.
Himbauan ini diberikan per kelompok.
Mereka diminta untuk mendaftar di tiga aplikasi.
Mahasiswa diminta untuk memasukkan data diri seperti foto KTP, nomor orang tua, dan alamat.
Disinggung terkait keamanan data diri yang ia masukkan untuk mendaftar, Faqih tidak ambil pusing.
"Ya takut data dipakai, tapi tidak over thinking," ucapnya.
Meski dihimbau untuk melakukan pendaftaran atau registrasi ke aplikasi, namun tidak diwajibkan.
"Tidak diwajibkan juga sama panitia," tutupnya.
Terancam DO
Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Mas Said Surakarta kini bisa bernasib suram.
Sebab, mereka terancam drop out (DO).
Hal ini karena buntut sponsorship dari aplikasi pinjaman online.
Apalagi, ada ribuan mahasiswa baru yang sudah mendaftar di aplikasi tersebut.
Terkait hal ini, Rektor UIN RM Said Surakarta, Mudofir, memastikan akan ada sidang kode etik untuk menentukan tingkat kesalahan mahasiswa yang diduga terlibat termasuk DEMA.
Baca juga: Cara Mendaftar UIN Raden Mas Said Surakarta, Ada Tiga Jalur Masuk untuk Calon Mahasiswa Baru
"Saat ini kami sudah koordinasi dengan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan akan menyelidiki permasalahan tersebut termasuk memanggil DEMA," ujarnya.
Ia menuturkan jika nanti ditemukan kesalahannya berat maka akan diberikan sanksi.
"Pasti ada sanksi kalau berat, salah satunya pemecatan atau drop out (DO)," terangnya.
selain itu jika kesalahan sedang, nantinya akan dikembalikan ke fakultas.
Sponsor untuk Festival
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Mas Said Surakarta buka suara buntut gegernya rangkaian Pengenalan Budaya dan Akademik (PBAK) 2023.
Pasalnya, dalam kegiatan PBAK 2023, Mahasiswa Baru diwajibkan mendaftar aplikasi pinjaman online (Pinjol).
Presiden Mahasiswa UIN Raden Mas Said, Ayuk Latifah mengatakan, kegiatan yang bersponsor aplikasi pinjol ini bukan termasuk PABK.
Kegiatan ini adalah festival budaya yang mereka adakan dan butuh pendanaan sendiri.
"Pastinya ini sifatnya tidak mengikat," ujarnya saat di konfirmasi TribunSolo.com, Senin (7/8/2023).
Ia mengaku ada tiga market place pinjaman online yang menjadi sponsorship untuk pendanaan Festival Budaya 2023.
Namun, ia tidak ingin menyebutkan marketplace tersebut.
Baca juga: Ospek UIN Raden Mas Said Surakarta Disoal, Ribuan Mahasiswa Baru Diwajibkan Daftar Pinjaman Online
Saat disinggung mengenai sistem kerja, ia menjelaskan besaran dana sponsor yang diterima dihitung berdasarkan akun mahasiswanya yang sudah aktif.
"Kalau keuntungan dari sponsor, sebetulnya kami belum mendapatkan keuntungan," terangnya
"Mereka itu akan memberikan sponsor asal data yang sudah registrasi terlihat," lanjutnya.
Ia menuturkan, ada 3000 mahasiswa registrasi sedangkan yang tidak lolos 1000 mahasiswa, hingga yang tercatat di sponsor ada 2000 orang.
"Yang jelas, sebetulnya kami hanya mengedukasi, bukan bermaksud untuk mengintruksikan ke mahasiswa baru untuk mendaftar pinjol," tandasnya.
Ia menambahkan, hal tersebut mengaca banyaknya masyarakat dan mahasiswa yang terjerat pinjol. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/UIN-Maba.jpg)