Berita Boyolali
Curhat Petani & Peternak di Boyolali : Kebutuhan Naik, Harga Telur dan Cabai Turun, Tak Dapat Cuan
Harga komoditas cabai dan telur di Kabupaten Boyolali turun setelah momen bulan Suro usai.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Harga komoditas cabai dan telur di Kabupaten Boyolali turun setelah momen bulan Suro usai.
Menurunnya harga komoditas tersebut terjadi saat kebutuhan masyarakat meningkat.
Biasanya, setelah bulan Suro berakhir, tak sedikit masyarakat yang menggelar hajatan.
Itu tentu membutuhkan komoditas cabai dan telur.
Harga cabai ditingkat petani dari Rp 35 ribu/kilogram jadi Rp 30 ribu.
Baca juga: Kasus Kekerasan Anak & Perempuan di Boyolali : Rudapaksa Dominan, Ada Pacar Hingga Kenalan Medsos
Penurunan harga tersebut dirasakan para petani cabai.
Termasuk yang ada di Desa Salakan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
Salah seorang petani asal Desa Salakan, Surati mengaku turunnya harga cabai ini baru beberapa hari terakhir ini.
"Kurang tau kenapa bisa turun, padahal kebutuhan (cabai) kan banyak," katanya.
Sebagai petani pun dia tak bisa berbuat banyak dengan penurunan harga cabai ini.
Sebab, seluruh hasil cabai sudah diambil oleh para tengkulak.
Baca juga: Haykal Menangi Lomba Makan Cepat Tengkleng di Klaten : Disikat 4 Menit, Tidak Makan Dari Pagi
Padahal, cabai yang dia tanam sudah di-setting untuk bisa panen setelah berakhirnya Suro.
Warsi (65), petani lain, mengatakan hal senada.
Dia mengaku awalnya harga cabai dari petani masih Rp 45 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Petani-Cabai-Boyolali.jpg)