Berita Solo

Demi Perkuliahan Berjalan Lancar, OJK Jembatani Penyelesaian Kasus Ospek di UIN Solo

OJK bakal menjebatani kasus mahasiswa UIN Solo, mereka melakukan ini agar perkuliahan bisa berjalan dengan lancar.

TribunSolo.com/Tri Widodo
Univesitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta di Kartasura, Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa pihaknya kini berupaya untuk ikut menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo beberapa waktu lalu.

Upaya mendapatkan keterangan dari sejumlah pihak termasuk rektorat, mahasiswa baru, dan DEMA UIN RM Said, serta pihak aplikator Paylater pun juga telah dilakukan oleh OJK.

Kepala OJK Solo, Eko Yulianto menerangkan, upaya-upaya tersebut dilakukan oleh pihaknya bertujuan agar proses perkuliahan kembali berjalan lancar.

Namun demikian, usai menggali keterangan dari sejumlah pihak, Eko menyebut OJK masih belum menemukan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PJUK) yang terseret dalam masalah ini.

"Iya kalau pelanggaran aturan kami belum menemukan," ujar Eko saat dihubungi TribunSolo.com, Selasa (22/8/2023).

Lebih lanjut, Eko menerangkan pihaknya tidak berhenti melakukan pendalaman sampai di sini saja.

"Tapi kami masih mendalami baik dari OJK Solo ataupun pusat," tambah Eko.

Tidak sampai di situ saja, Eko menerangkan bahwa OJK berkomitmen untuk menuntaskan masalah tersebut.

"OJK Solo dan pusat berkomitmen ikut menuntaskan permasalahan yang terjadi di UIN Solo supaya proses belajar mengajar bisa berlangsung lancar lagi dan tidak dibebani pemberitaan memberatkan," pungkasnya.  

Edukasi

Sebanyak 1.200 mahasiswa baru (Maba) UIN Raden Mas Said Solo terdaftar sebagai nasabah sebuah bank. 

Pendaftaran ini dilakukan saat ospek yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Raden Mas Said beberapa waktu lalu. 

Kepala OJK Solo, Eko Yulianto mengatakan, OJK telah memberi rambu-rambu kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) untuk berperan aktif mensosialisasikan terkait transaksi keuangan kepada masyarakat.

Kasus terdaftarnya 1.200-an mahasiswa baru UIN Raden Mas Said menjadi nasabah salah satu bank disebut Eko bisa menjadi contoh.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved