Berita Klaten
Mitos Watu Sigong di Jatinom Klaten, Warga Pernah Dengar Suara Gamelan, Hilang Ketika Didekati
Cerita tentang Watu Sigong di Klaten ada yang tidak masuk nalar manusia. Sebab, disebut batu tersebut kerap mengeluarkan suara gamelan.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Di Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten ada sebuah batu yang dikeramatkan warga.
Batu tersebut bernama Watu Sigong.
Warga memiliki cerita aneh tentang batu tersebut.
Salah satu warga sekitar, Jenjem (65) mengatakan, ada cerita tentang suara gamelan yang muncul dari batu tersebut.
Namun, suara ini muncul saat orang ada di posisi yang jauh, ketika mendekat suara menghilang.
"Orang dari jauh sering dengar suara wayangan, gamelan dari jauh. Tapi saat mendekat sudah tidak terdengar," ujar Jenjem saat ditemui TribunSolo.com.
Suara ini banyak didengar oleh orang dari luar Desa Mranggen.
Baca juga: Healing Murah Meriah di Watu Cenik Desa Sendang Wonogiri, Nikmati Pemandangan WGM dan Perbukitan
Warga sekitar malah jarang mendengar adanya suara itu.
Suara gamelan tersebut kerap terdengar saat malam Jumat.
"Kadang masih ada. Orang tahu-tahu dari jauh jalan, masuk ke desa sudah tidak mendengar," ucapnya.
Meski demikian warga sekitar masih menjaga batu tersebut, salah satu tradisi yang masih dijaga ialah memberi sesajen bila memiliki hajat atau syukuran.
"Biasanya saat mantu, sunatan, tanggap wayang. Tetap menjaga tradisi mbah-mbah dulu," paparnya.
Ada beberapa versi soal jumlah batu tersebut. Ada yang mengatakan 11 dan ada yang mengatakan 13.
"Tradisi yang ada tetap dijaga warga," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Watu-Singong-Klaten.jpg)