Berita Karanganyar

Mitos Sumur Komprit di Krendowahono Karanganyar, Air Tak Boleh Dipakai di Tempat, Konon Bisa Celaka

Di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo Karanganyar ada sumur yang dikramatkan. Warga tidak berani memakai air langsung dari tempatnya.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Penampakan Sumur Komprit, di Dukuh Sangiran RT 3 RW 1, Dusun Ngrawan, Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar diketahui memiliki 9 sumber air.

Dari 9 sumber mata air yang ada di Desa Krendowahono, ada satu sumber air yang hanya diambil airnya oleh beberapa warga.

Sumber air itu dinamakan Sumur Komprit, yang berada di Dukuh Sangiran RT 3 RW 1, Dusun Ngrawan, Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Luas dari sumber air itu sekira 1,5 meter x 3 meter dekat dengan Sungai Bengawan Solo, berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen.

Hanya beberapa warga yang berani datang ke sumber air itu karena berada dekat dengan pemakaman.

Selain itu, ada mitos atau kepercayaan sebagian masyarakat menganggap sumur itu sakral.

Konon, air sumur itu bisa dibawa pulang namun tidak boleh dipakai langsung dari sumur.

Apabila ada yang nekat, akan berakhir celaka.

Kadus Ngrawan, Wahyudi mengatakan jarak antara sumur Komprit dari permukiman warga paling dekat 50 meter.

"Kalau mau ambil sebagian antri, namun sebagian warga yang gak berani ambil karena dekat dengan makam dan dianggap masih sakral," ucap Wahyudi, kepada TribunSolo.com, Rabu (6/9/2023).

Wahyudi mengatakan, cerita dari sumur tersebut air sumur boleh diambil dan dipakai masyarakat, namun tidak boleh dipakai  mandi dan cuci langsung di sumur tersebut.

Baca juga: Krisis Air Krendowahono Karanganyar, Warga Ngrawan Siapkan Penampungan, Berkapasitas 6 Ribu Liter

Pasalnya, menurut mitos yang beredar, penghuni tak kasat mata di sumur itu tak mau sumur itu kotor.

Dia mengatakan, apabila ada masyarakat yang nekat melakukan hal tersebut bakal berakibat fatal.

"Kalau air itu dibawa dan digunakan radius diluar 10 meter tidak apa-apa, " ucap Wahyudi.

Dia mengatakan kejadian tersebut pernah terjadi sekira tahun 1980an.

Ia mengatakan ada peristiwa seorang Tayub dari warga luar Desa Krendowahono akan mandi di sana, dan ditemukan pingsan dan sampai di rumahnya meninggal dunia.

"Dia sempat dibilangi terkait itu tapi mungkin karena tidak percaya atau tidak wallahualam, habis main di sini lalu mandi sumur itu, dan dia ditemukan pingsan trus nyampai rumah meninggal dunia," ujar dia 

"Kita juga gak tau penyebab kematian orang tersebut apakah karena sakit atau bukan, namun sebelumnya orang tersebut dalam keadaan sehat walafiat," kata Wahyudi.

Dia mengatakan sumur tersebut pernah akan dibenahi masyarakat setempat namun tidak kunjung jadi.

Pasalnya, selama pembenahan, para pekerja terus diganggu oleh penghuni di sana.

"Ada yang benahi sumber mata air, namun tidak dibolehin sama penghuni di sana, sehingga perbaikan tidak selesai," ucap Wahyudi.

Selain itu, di dalam sumber air itu muncul ikan di sana.

Namun ikan tersebut hanya terlihat kepala dan tubuhnya yang hanya tulang-belulang.

"Itu, hanya beberapa masyarakat yang tahu,  dan ada yang percaya atau tidak  dengan hal tersebut," ungkap Wahyudi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved