Berita Boyolali

Mitos Sendang Mandireja Banyuanyar Boyolali, Mulai Pertanda Hujan hingga Bisa Sembuhkan Penyakit

Masyarakat Desa Banyuanyar Boyolali meyakini Sendang atau sumber mata air Mandirejo bisa memberikan pertanda hujan hingga pengobatan.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Kepala Desa Banyuanyar membasuh muka dengan menggunakan air sendang Mandireja, Selasa (19/9/2023). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Sendang atau sumber mata air Mandirejo, yang ada di Dukuh, Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel ini menyimpan banyak misteri.

Mulai dari bisa mendatangkan hujan, mengeluarkan tanda akan datangnya musim hujan, bocah bisa sunat sendirinya hingga airnya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Iya, jawa memang kaya akan kisah misteri yang diluar nalar.

Salah satunya Sendang Mandirejo ini.

Kubangan air dengan dinding batu yang tak tertata itu diyakini bisa mendatangkan hujan.

Dimana saat itu, kekeringan telah melanda kawasan lereng utara gunung Merbabu itu.

Kemarau berkepanjangan itu pun mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

Karena air yang ada di sedang berkurang banyak debitnya, dan sumur warga sudah kering.

Masyarakatpun akhirnya melakukan salat istisqa untuk meminta hujan.

Selain itu, warga juga mengadakan kenduri dawet (minuman dawet) di sendang itu.

"Nah baru selesai acara kondangan (Kenduri), hujan lebat langsung turun," kata Susilo Prawiro Sasmito (75).

Sejak saat itu, tradisi kenduri dawet ini digelar setiap tahun.

Meski namanya kenduri Dawet, namun tak semua ubo rampe yang ada dalam tradisi ini hanya Dawet saja.

Seperti kenduri pada umumnya, ingkung ayam kampung, Nasi dan tumpeng rasul juga dihadirkan dalam kenduri ini.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved