Berita Nasional

Karir Mentereng Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina yang Tersandung Kasus Korupsi 2 Kali

Sosok Karen Agustiawan, eks Dirut PT Pertamina (Persero) yang kembali tersandung kasus korupsi untuk kedua kalinya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Septiana Ayu Lestari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Dirut PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, yang mengenakan baju tahanan KPK, karena tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan gas alami cair atau liquid natural gas (LNG). 

TRIBUNSOLO.COM - Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan kembali ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi.

Pada tahun 2020 yang lalu, Karen baru saja merasakan udara bebas.

Namun, kini ia harus kembali berurusan dengan hukum karena tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan gas alami cair atau liquid natural gas (LNG).

Kini, Karen telah ditahan di Rutan KPK sejak 19 September 2023 hingga 20 hari kedepan.

Baca juga: Antisipasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Pertamina Bakal Tambah Pasokan 1.500 Tabung per Hari di Solo

Lantas, siapa sosok Karen Agustiawan ini?

Karen adalah seorang wanita kelahiran 19 Oktober 1985 yang pernah masuk ke dalam daftar Asia’s 50 Power Businesswomen dari Forbes pada tahun 2022.

Setelah mengundurkan diri dari PT Pertamina, Karen menjadi guru besar di Harvard University, Boston, Amerika Serikat.

Dikutip dari Rumah IATF ITB, alumnus Teknik Fisika ITB ini mencatatkan diri sebagai direktur utama wanita pertama dalam sejarah Pertamina serta membukukan sukses yang gemilang selama masa kepemimpinannya di Pertamina.

Di Pertamina, kariernya dimulai saat ditunjuk sebagai Staf Ahli Direktur Utama untuk Bisnis Hulu Pertamina tahun 2006.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Korupsi Perangkat Desa Trunuh Klaten, R Diamankan di Rumah, Kerugian Rp 437 Juta

Kariernya terus menanjak hingga akhirnya diplot sebagai Direktur Hulu Pertamina.

Seperti diketahui, di era Menteri BUMN Sofyan Djalil tahun 2009, Karen diangkat menjadi Direktur Utama Pertamina menggantikan Ari Soemarno.

Karen menjabat sebagai Dirut Pertamina selama kurun waktu enam tahun.

Di eranya, Pertamina memang banyak melakukan akuisisi blok-blok migas di luar negeri seperti Irak dan Aljazair.

Sebelumnya, setelah lulus dari Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung tahun 1983, Karen cukup lama berkarier di Mobil Oil Indonesia (1984-1996).

Ia pindah ke CGG Petrosystem selama setahun sebelum pindah lagi ke perusahaan konsultan Landmark Concurrent Solusi Indonesia.

Tahun 2002-2006 ia bergabung dengan Halliburton Indonesia. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved