Klaten Bersinar

Cerita di Balik Bupati Sri Mulyani Serahkan Bantuan untuk Rizki Warga Delanggu Klaten

Dokumentasi Diskominfo Kabupaten Klaten
Bupati Klaten, Sri Mulyani didampingi Sekda Kabupaten Klaten, Jajang Prihono saat berbincang dengan dengan Nur Hayati dan Rizki. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Melakukan kunjungan langsung ke desa-desa membuat Bupati Klaten, Sri Mulyani mendapat sejumlah cerita dari kisah hidup warganya.

Tak hanya melihat guratan senyum dari wajah warga Klaten, namun beberapa orang bahkan sampai berlinang air mata saat bertemu langsung dengan orang nomor satu di Kabupaten Klaten.

Bukan sedih, namun air mata itu jadi tanda kebahagiaan yang sulit tergambarkan.

Baca juga: Respons Bupati Sri Mulyani Hadapi Gugatan Warga Desa Pepe Klaten yang Terdampak Tol Solo-Jogja

Salah satu cerita yang hadir dari sambang warga Desa Bowan, Kecamatan Delanggu, Rizki Nur Andrian (26) adalah seorang penyandang disabilitas yang tersenyum bahagia saat terima bantuan jaminan hidup yang diserahkan langsung Bupati Sri Mulyani.

bansy6512
Bupati Klaten, Sri Mulyani didampingi Sekda Kabupaten Klaten, Jajang Prihono saat secara simbolis memberikan bantuan Nur Hayati dan Rizki.

Bupati Klaten, Sri Mulyani memberikan bantuan jaminan hidup kepada salah satu penyandang disabilitas yakni Rizki saat sambang warga di Kantor Desa Bowan, Selasa (19/9/2023).

Momen tersebut juga diunggah di akun Instagram pribadi Bupati Klaten, Sri Mulyani, Rabu (21/9/2023).

Dalam unggahannya juga menuliskan keterangan.

"Melihat & mendengar dg hati apa yg mjd kebutuhan mereka."

"Merasakan setiap keluh kesah yg ada,
Luar biasa kebersamaan dlm sambang warga Delanggu hr ini."

"Mtr nwn bpk/ibu sedanten, Warganya kereeen,
Delanggu okeee," tulisnya.

Secara langsung Sri Mulyani menyerahkan bantuan jaminan hidup dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AKB) Klaten, Rp 1 juta kepada orang tua Rizki yakni Nur Hayati.

"Semoga bermanfaat, semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk berobat. Lekas sembuh ya," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, Nur Hayati menjelaskan kondisi anaknya tidak bisa berjalan dan perkembangannya tidak sesuai dengan usianya.

"Sudah lama sejak lahir dari 1997 jadi 26 tahun kondisinya seperti ini."

"Sudah berobat kemana-mana tidak ada perkembangan, namun masih bisa berkomunikasi," jelas Nur.

Baca juga: Bupati Sri Mulyani Serahkan Bantuan RTLH untuk 686 Warga Klaten, Total Bantuan Capai Rp8,2 Miliar

Baca juga: Bupati Sri Mulyani Serahkan Penghargaan untuk Pelaku Budaya di Gelaran Shining Klaten Arts Festival

Nur juga memaparkan, putra sulungnya dari dua bersaudara itu lahir secara prematur yang saat usia kandungannya menginjak tujuh bulan.

Nur mengaku rela tidak bekerja untuk merawat Rizki dan kehidupan keluarganya bertumpu pada Ayah Rizki yang bekerja serabutan.

Nur berharap ada keajaiban sehingga Rizki bisa pulih dan beraktivitas seperti teman-teman seusianya.

"Terimakasih Ibu Bupati atas bantuannya, saya seneng diberi bantuan ini," kata Nur. (*/adv)