Hari Kedua Islamic Edu Fair 2023: FORMAQIN, MAPADI JATENG, dan BKsPPI Kumpulkan 300 Pimpinan Ponpes
Multaqa untuk pertemuan dan silaturahmi antar pimpinan pondok pesantren dalam rangka memperkuat silahturahmi.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Laporan wartawan Tribunsolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Hari kedua Islamic Edu Fair (IeF) 2023, FORMAQIN, MAPADI JATENG dan BKsPPI gelar diskusi Multaqa yang dihadiri oleh seluruh direktur Pondok Pesantren se-Jawa Tengah, Sabtu (30/9/2023).
Diskusi Multaqa dihadiri oleh 300 pimpinan pondok pesantren.
Salah satu tujuannya untuk silaturahmi dan kolaborasi di antara potensi-potensi yang ada di pesantren.
Seperti yang dijelaskan pimpinan Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Arkanudin Budianto mengatakan Islamic Edu Fair (IeF) merupakan agenda untuk memperkenalkan pondok pesantren kepada masyarakat atau khusunya bagi calon peserta didik terkait keberadaan pesantren yang berada di jawa tengah.
"Selain itu, hari kedua ini kami adakan Multaqa untuk pertemuan dan silaturahmi antar pimpinan pondok pesantren dalam rangka memperkuat silahturahmi," ucap Arkanudin, Sabtu (30/9/2023).
Pertemuan ini untuk membangun sinergi dan sekaligus kolaborasi potensi yang berada di pesantren.
"Karena kami yakin, pesantren ini mempunyai kontribusi yang saya kira sejak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Ia berharap dengan kontribusi ini dikembangkan tidak hanya di tingkat Nasional, melainkan tingkat Global atau dunia.
"Maka kita mengambil tema dari pesantren untuk dunia," terangnya.
Ia menyebut peserta yang hadir di Multaqa sebanyak 300 peserta adalah pimpinan pondok pesantren yang berada di Jawa Tengah.
Tak hanya Jawa Tengah, Arkanudin mengatakan ada dari Jawa Timur dan Yogyakarta.
Selain itu, ia menyebut acara Multaqa juga akan disisi oleh perwakilan Menko PMK RI, Ravik Karsidi. (*/adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/yasalam7salah.jpg)