Gubernur Luthfi Butuh Keterlibatan Mahasiswa dalam Pembangunan Jateng: Harus Membentuk Super Team
Pendekatan yang diperlukan adalah kolaborasi lintas sektor melalui konsep collaborative government (pemerintahan kolaboratif).
Penulis: Advertorial Tribun Solo | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, butuh keterlibatan para mahasiswa dalam upaya bersama-sama menjalankan pembangunan di wilayahnya.
Hal itu disampaikan saat menghadiri halalbihalal dan tasyakuran Hari Lahir ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Jumat, 17 April 2026.
Ia menekankan, tantangan pembangunan Jawa Tengah tidak bisa diselesaikan secara parsial.
Baca juga: Pemprov Jateng Bangun Kemandirian Ekonomi Santri Melalui Koperasi
Menurutnya, pendekatan yang diperlukan adalah kolaborasi lintas sektor melalui konsep collaborative government (pemerintahan kolaboratif).
“Kita bukan superman. Kita harus membentuk super team. Seluruh komponen harus terlibat, dari pemerintah, akademisi, mahasiswa, sampai masyarakat,” ujar Luthfi yang merupakan alumni sekaligus Ketua Majelis Pembina Daerah PMII Jateng.
Karenanya, Luthfi meminta kepada para mahasiswa terlibat aktif dalam pembangunan maupun penyelesaian problem kemasyarakatan. Menurutnya, pergerakan mahasiswa harus hadir dalam perubahan nyata, bukan sekadar mengikuti dinamika dari kejauhan.
“Jangan hanya menonton suatu perubahan, tetapi kita harus merubah yang ada di Provinsi Jawa Tengah,” kata Luthfi
Ia mencontohkan, penanganan bencana yang kerap terjadi di Jawa Tengah, juga butuh kehadiran langsung para mahasiswa.
Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi ukuran nyata sebuah pergerakan.
“Kalau tidak terlibat, Anda hanya menonton perubahan. Pergerakan itu harus hadir di tengah masyarakat,” kata Luthfi.
Baca juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Ajak Kadin Bareng-bareng Atasi Kemiskinan Ekstrem
Ia bahkan mendorong kader PMII untuk turun langsung ke lokasi bencana sebagai bagian dari kontribusi sosial, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam kehidupan masyarakat.
“Semakin kotor Anda bersama kami di lapangan, semakin berhasil pergerakan itu,” ujarnya disambut riuh ratusan peserta PMII Jateng.
Luthfi menegaskan, pembangunan Jawa Tengah hanya bisa berhasil jika seluruh elemen bergerak bersama. Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan organisasi kepemudaan.
“Rumah Gubernur adalah rumah rakyat. Siapa pun boleh datang kapan saja,” ucapnya.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII, Fathan Subkhi menyatakan, usia PMII yang telah mencapai 66 tahun menuntut kontribusi nyata dari kader dan alumni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Halalbihalal-dan-tasyakuran-Hari-Lahir-ke-66-Pergerakan-Mahasiswa-Islam-Indonesia.jpg)