Pasar Slogohimo Wonogiri Terbakar
PENYEBAB Kebakaran Pasar Slogohimo Wonogiri, Bupati Jekek : Korsleting dari Toko Elektronik
Berdasarkan laporan yang diterima Bupati Wonogiri Jekek penyebab kebakaran itu karena korsleting dari toko elektronik yang ada di pasar tersebut.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Pasar Slogohimo di Wonogiri terbakar hebat pada Kamis (28/9/2023) lalu.
Penyebab kebakaran itu diduga dari korsleting listrik dari salah satu toko disana.
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, penyebab kebakaran itu karena korsleting dari toko elektronik yang ada di pasar tersebut.
"Kalau laporan camat toko elektronik. Yang mungkin melakukan kegiatan apa, lupa mematikan stop kontak atau apa. Sehingga terjadi korsleting," jelasnya, kepada TribunSolo.com, Kamis (5/10/2023).
Sementara itu, berdasarkan laporan dari Dinas, menurut dia dari 212 kios yang ada di Pasar Slogohimo, 120 kios terdampak kebakaran.
Selain itu, dari 695 los disana, 400 terdampak.
Jekek, begitu juga dia disapa, mengatakan pihaknya telah memerintahkan camat untuk mengundang pedagang pasar yang terdampak untuk koordinasi rencana tindakan usai kebakaran.
Baca juga: Telusuri Penyebab Kebakaran Pasar Slogohimo Wonogiri, Polisi : Paling Cepat Butuh Waktu Sepekan
Baca juga: Sejarah Pasar Slogohimo Wonogiri yang Terbakar : Ada Sejak 1970-an, Sempat di Pinggir Jalan Raya
"Belum kerugian (akibat kebakaran)," jelasnya.
Jekek mengatakan pasca kebakaran itu, tidak memungkinkan Pasar Slogohimo akan dibangun kembali di tahun 2023 ini.
Pihaknya akan membangun pasar darurat menggunakan anggaran BTT.
"Kita ambil langkah cepat. Salah satu langkah strategis pasar darurat," kata Jekek.
Pasar darurat itu menurutnya akan dibangun di lapangan kelurahan terdekat maupun halaman pasar.
Dua usulan itu akan dibahas dalam audiensi yang bakal digelar pada Selasa (10/10/2023) mendatang.
"Usulan warga pasar di halaman. Dari dinas di lapangan. Pekan depan audiensi. Kita buka ruang seluasnya. Harus difasilitasi dengan baik," pungkasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.