Breaking News

fenomena Hujan Es di Candi Arjuna Dieng

Viral, Fenomena Hujan Es di Komplek Candi Arjuna Dieng, Begini Kata BMKG

Viral Fenomena Hujan Es di Kompleks Candi arjuna, Kawasan Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, viral di media sosial.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Zharfan Muhana
ist
Tangkapan layar akun X @merapi_undercover 

TRIBUNSOLO.COM - Fenomena hujan es direkam di Kompleks Candi arjuna, Kawasan Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, viral di media sosial.

Video itu diunggah oleh akun X @merapi_uncover pada Sabtu (21/10/2023).

Dalam video, tampak hujan berbentuk es berukuran kecil jatuh di rerumputan.

Keterangan dalam unggahan, hujan es itu terjadi pada Sabtu (21/10/2023) siang.

“[Breaking News] terjadi Hujan es di komplek Candi Arjuna Dieng siang tadi,” tulis pengunggah.

Hingga Minggu (22/10/2023), unggahan video itu sudah dilihat lebih dari 97.100 kali dan mendapat 994 suka.

Kepala UPT Wisata Dieng Sri Utami membenarkan terkait terjadinya hujan es tersebut.

"Betul, tadi hujan ada butiran esnya, tapi sekarang sudah reda," ujar Uut, sapaannya dikutip dari Kompas.com, Sabtu (21/10/2023).

Baca juga: Viral Pemuda Berlumuran Darah di Kepala, Jadi Korban Klitih di Simpang Tiga Tegalyoso Klaten

Penjelasan BMKG

Senior Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hasmororini mengatakan, hujan es merupakan hal yang wajar terjadi saat musim pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim hujan.

“Fenomena hujan es di kompleks Candi Arjuna Dieng, Banjarnegara merupakan fenomena cuaca alami yang biasa terjadi di masa pancaroba saat ini,” kata dia dilansir dari Kompas.com, Minggu (22/10/2023).

Meski begitu, durasi fenomena hujan es tersebut biasanya tidak lama, hanya kurang dari 10 menit.

Selain itu, hujan es umumnya juga memiliki cakupan wilayah yang cukup sempit atau lokal.

Baca juga: Geger Gumpalan Awan Putih Disertai Petir Muncul di Gunung Lawu, BMKG : Itu Awan Cumulonimbus

Proses terjadinya hujan es

Hasmororini menjelaskan, fenomena hujan es bermula dari adanya awan cumulonimbus yang kemudian muncul energi dorongan kuat ke atas dan terjadi proses konveksi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved