Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Info Karanganyar

Polisi Pariwisata Dibentuk, Bertugas Tangani Pengaduan Sistem Terpadu Wisata di Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliaytmono dalam arahannya menyambut baik dan mendukung adanya keamanan kenyamanan di setiap objek wisata.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Tribunsolo.com/Mardon
Inilah personel polisi pariwisata yang dibentuk di Kabupaten Karanganyar, Rabu (25/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Belasan organiasi perangkat daerah di Kabupaten Karanganyar menyepakati sistem terpadu penanganan problem Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tribum Tranmas) di kawasan wisata di Kabupaten Karanganyar.

Sistem tersebut akan berbasis digital dan penugasan khusus polisi pariwisata.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Bakdo Harsono mengatakan wisata di Kabupaten Karanganyar semakin ramai, sehingga sejak dini harus diantisipasi dengan Tribum Tranmas.

Baca juga: Kesejahteraan Guru PAUD di Karanganyar Belum Merata, Pemkab Alokasikan Dana APBD untuk Operasional

"Enggak hanya memasang personel polisi pariwisata dari Satpol PP, namun juga menyiapkan sistem terpadu," kata Bakdo kepada wartawan usai penandatanganan SK bupati tentang penanganan masalah tribumtranmas terpadu di lokasi wisata dan pengukuhan badan promosi pariwisata daerah di rumah di rumah dinas bupati, Rabu (25/10/2023) .

Bakdo mengatakan pelaporan dari masyarakat akan ditanangi masing-masing OPD di Kabupaten Karanganyar.

akubukanc54
Polisi Pariwisata di Karanganyar dibentuk.

Seperti masalah tentang parkir akan langsung ditindaklanjuti Dishub, problem jajanan harga ngepruk ditindaklanjuti Disdag, sanitasi dan jalan oleh DPU hingga masalah sampah lokasi wisata yang akan langsung ditangani DLH.

"Wisatawan dapat mengadu maupun memberi saran dengan cara mengakses admin sistem, caranya cukup memindai kode unik yang terpasang di area wisata," ungkap Bakdo.

Lebih lanjut dikatakan, uji coba sistem terpadu penanganan Tribum Tranmas berlangsung di jembatan kaca Kemuning dan Lawu Park Tawangmangu selama dua bulan.

Dia mengatakan, polisi pariwisata bakal berpatroli di dua lokasi itu.

"Masing-masing delapan anggota Satpol PP pariwisata," ujar Bakdo.

Kemampuan hard skill dan soft skill polisi pariwisata juga akan di upgrade.

Mulai penguasaan bahasa asing dan teknologi informasi.

"Mereka akan mudah dikenali dari seragamnya yang berbeda,"ungkap Bakdo.

Asisten Sekda Bidang Ekbangkesra, Titis Sri Jawoto menganalogikan polisi pariwisata sebagai pecalang di Bali.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved