Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Temuan Arca dan Yoni di Klaten

Arca dan Yoni yang Ditemukan di Manisrenggo Klaten Diduga Peninggalan dari Era Mataram Kuno

Pengamat Cagar Budaya, Hari Wahyudi memperkirakan benda tersebut sudah ada sejak era Mataram Kuno.

TribunSolo.com/Zharfan Muhana
Batuan yang ditemukan saat pembuatan sirkuit di Manisrenggo, Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Arca dan Yoni yang merupakan obyek diduga cagar budaya (ODCB) ditemukan di Desa Leses, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten.

Benda yang ditemukan saat dilakukan pengerjaan lintasan sirkuit motor cross itu diduga merupakan peninggalan era Mataram Kuno.

Pengamat Cagar Budaya, Hari Wahyudi memperkirakan benda tersebut sudah ada sejak era Mataram Kuno.

"Dari jenis, diperkirakan abad 8-10 Masehi. Pada masa era kejayaan Mataram Kuno di Jawa Tengah," ujar Hari kepada TribunSolo.com, Selasa (31/10/2023).

Hari menilai, benda temuan tersebut juga dimungkinkan memiliki hubungan dengan prasasti Hayu.

"Karena batu prasasti tersebut di temukan di Dusun Gosutan, selatan Desa Leses," paparnya.

Temuan arca dan yoni sendiri berada di lahan pertanian kas desa yang sudah tidak produktif, lalu disewa warga menjadi sirkuit motor cross.

Lahan seluas 3,5 hektar ini disewa oleh Disman Aryanto (42), dengan jangka waktu 5 tahun.

Baca juga: Pemindahan Arca dan Yoni di Klaten Timbulkan Kerusakan, Pengamat Cagar Budaya Ngaku Prihatin

Baca juga: KONDISI Arca dan Yoni yang Ditemukan di Tanah Proyek Sirkuit di Klaten, Patah karena Alat Berat

Saat proses pembuatan sirkuit, pihaknya menemukan 2 yoni dan arca Ganesha di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 1 meter.

2 yoni dan arca tersebut, lalu dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Namun, mengalami kerusakan akibat pemindahan. 

Selain yoni dan arca, terdapat juga temuan batu bolder dan wadah dari logam yang sudah rusak karena korosi.

Sementara Ketua Pokja Penyelamatan dan Keamanan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah X, Deny Wahyu Hidayat menyebut kalau temuan merupakan batuan pada masa klasik.

"Perkiraan peninggalan masa klasik Hindu-Budha, abad 8 sampai 9," ucapnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved