Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Isu Gibran Cawapres

Teguh Prakosa Sebut Surat DPC PDIP Solo Sudah Diterima Gibran Sejak 31 Oktober

Meski tidak memberikan langsung kepada Gibran, Teguh sudah mengkonfirmasi kepada kakak Kaesang Pangarep itu bahwa surat telah diterima.

TribunSolo.com/Andreas Chris
Wakil Wali Kota Solo yang juga Sekretaris DPC PDIP Kota Solo, Teguh Prakosa 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan surat permohonan DPC PDIP Kota Solo kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka sudah ia sampaikan pada hari Selasa (31/10) kemarin.

Meski tidak memberikan langsung kepada Gibran, Teguh juga sempat mengkonfirmasi kepada kakak Kaesang Pangarep itu apakah surat telah diterima.

"Suratnya sudah disampaikan dan sudah diterima. Sudah diterima hari Selasa tanggal 31 Oktober kemarin," beber Teguh, Kamis (2/11/2023).

"Selesai acara SGS itu, malamnya itu Mas Wali saya tanya 'tadi saya sudah mengirimkan surat'. Mas Wali menjawab kalau sudah diterima. Jadi pagi itu surat masuk dan disusulkan ke Gibran saat di Solo Technopark," imbuh Teguh.

Teguh menegaskan surat tersebut sampai disampaikan ke Gibran karena Gibran tak kunjung membuat agenda untuk bertemu dengan Ketua DPC PDIP Solo itu.

"Karena dijanjikan mau datang pak Wali belum ke sana, terus akhirnya membuat surat yang intinya beliau (Gibran) untuk menulis surat pengunduran diri dan mengembalikan KTA," pungkasnya.

Baca juga: Gibran Tanggapi Tudingan Soal Narasi Playing Victim Gegara Tak Kunjung Mundur Jadi Kader PDIP

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Solo mengirimkan surat permohonan kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Ketua dan Sekretaris DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo serta Teguh Prakosa itu berisi dua permohonan yang ditujukan untuk Gibran.

Surat tersebut dikirimkan FX Rudy melalui Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa pada Selasa (31/10/2023) lalu.

Surat dikirim usai permintaan FX Rudy untuk bertemu dengan Gibran selama ini belum juga terwujud.

"Surat tanya Pak Teguh (Wawali Solo). Sudah disampaikan," kata FX Rudy dihubungi wartawan, Kamis (2/11/2023).

Surat tersebut diakui FX Rudy bertujuan agar ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dituding bermain dua kepentingan.

Baca juga: Beredar Kabar Gibran Sudah Gabung Golkar, Waketum Golkar Nurdin Halid Bantah: Dia Masih Kader PDIP

"Isinya mengimbau menyarankan saja untuk mengajak agar Mbak Mega tidak dituduh berdiri di dua kepentingan dan Pak Jokowi tidak diisukan berdiri di dua kepentingan itu aja isinya," sambungnya.

Tidak hanya meminta Gibran mengundurkan diri sebagai kader partai berlambang banteng, melalui surat tersebut Putra Sulung Presiden Jokowi itu juga diminta mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) partai.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved