Kegiatan Capres Cawapres di Solo
Bahasan Pertemuan Pengurus PCNU Sragen & Gibran : Dana Abadi Pesantren Hingga Isu Radikalisme
Pembahasan isu radikalisme menjadi salah satu bahasan pertemuan calon wakil presiden nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka dan pengurus PCNU Sragen.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pembahasan isu radikalisme menjadi salah satu bahasan dalam pertemuan calon wakil presiden nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka dengan pengurus PCNU Kabupaten Sragen di kediaman Ketua PCNU Sragen, Sriyanto di Dusun Kemangi, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.
Pertemuan tersebut terjadi pada Jumat (1/12/2023) selepas Gibran menghadari Rakornas TKN dan TKD Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
Sriyanto meminta Gibran untuk memperhatikan isu radikalisme.
Namun dirinya tidak menjabarkan secara rinci perihal masukan yang telah diberikan PCNU Sragen kepada Gibran.
"Lalu perhatian tentang radikalisme, masukan kami dari kiai di Kabupaten Sragen semoga jadi pegangan Mas Gibran ke depan seandainya diberi amanah oleh Allah," katanya, Jumat (1/12/2023).
Dana Abadi Pesantren
Sebelumnya, Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 02, Gibran Rakabuming Raka berbicara mengenai dana abadi pesantren saat mengunjungi kediaman Ketua PCNU Sragen, Sriyanto di Dusun Kemangi, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jumat (1/12/2023).
Dana abadi pesantren masuk dalam program yang diusung pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka untuk maju di Pilpres 2024.
Mereka akan menjalankan dana abadi pesantren.
Dana abadi pesantren merupakan mandat dalam UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.
Pemerintah Pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 250 miliar untuk peningkatan kualitas SDM Pesantren pada 2023, dikutip dari situs resmi Kementerian Agama.
Baca juga: Rakornas TKN Prabowo-Gibran Usai, Gibran Balik Solo, Langsung Kunjungi Rumah Ketua PCNU Sragen
Anggaran tersebut disiapkan melalui skema Dana Abadi Pesantren yang bersumber dari Dana Abadi Pendidikan.
Ada pun Data Kementerian Agama menyebutkan ada lebih kurang 39.043 pesantren pada tahun 2022/2023.
Dengan ada lebih kurang total jumlah santri sebanyak 4,08 juta orang.
Gibran mengatakan para kiai bisa turut mengawal program, agar bisa berjalan dengan baik.
Selain itu, Gibran menyebut tidak ingin melupakan para santri, dan ingin mendorong para santri untuk bisa menjawab tantangan zaman.
Baca juga: Jawaban Ganjar Ditanya Mahasiswa Apakah Akan Wariskan Kekuasaan ke Anak : Belajar Politik Dulu
"Jadi kita ingin santri yang bisa menjawab tantangan zaman, santri yang ngerti bagaimana menggunakan media sosial dengan baik, karena saya yakin, yang namanya santri pintar ngaji dan dakwah," jelasnya.
"Jadi kita ingin punya santri yang benar-benar ngerti marketing online, ngerti perbankan syariah, ngerti pertanian atau perikanan yang menggunakan AI, kita juga ingin punya santri-santri yang ngerti coding dan programming, jadi kita benar-benar pingin santri bisa menjawab tantangan zaman," tambahnya.
Ketua PCNU Sragen, Sriyanto menyampaikan bahwa pesantren bisa jadi prioritas, apabila Gibran terpilih menjadi wakil presiden nanti.
Ia memberikan 3 hal yang tidak boleh dilupakan jika berkaitan dengan pesantren.
Baca juga: Gibran Terbang ke Jakarta, Sebut Bakal Hadiri Acara Pengarahan TKN dan TPD Prabowo-Gibran
"Ke depan jika diberi amanah jadi wakil presiden, kami berharap pesantren jadi prioritas, bicara pesantren bicara 3 hal," kata Sriyanto.
"Yang pertama kiai, karena biasanya kiai ini terlupakan, yang kedua santri, saya sepakatdengan ide panjenengan, menyetarakan santri di pesantren dengan generasi sekarang, dan kelembagaan, berkaitan dengan sarana prasaran sebagai penunjang eksistensi pondok pesantren," tambahnya.
Gibran pun menambahkan bahwa dirinya akan memberikan atensi khusus terhadap pesantren, dengan menjadikan pesantren menjadi lembaga Direktorat Jenderal.
"Untuk masalah-masalah dan problem di internal pesantren, termasuk kiai, masukan dari para guru dan kiai, pesantren idelanya kedepan ke level Direktorat Jenderal (Dirjen), benar-benar pesantren ada atensi khusus bisa bisa cari solusi," pungkas Gibran.
(*)
Bersama PCNU Sragen, Gibran Bicara soal Isu Radikalisme, Pamerkan Solo Kota Toleran |
![]() |
---|
Gibran Hadiri Konser di Lapangan Nguwer Sragen, Bawaslu : Tidak Ada Temuan Pelanggaran |
![]() |
---|
Konser di Lapangan Nguwer Sragen Dihadiri Gibran, Klaim 10 Ribu Orang Hadir, Gerindra Sempat Pesimis |
![]() |
---|
Kata Pelaksana Konser di Lapangan Nguwer Sragen yang Dihadiri Gibran : Tidak Ada Kampanye |
![]() |
---|
Alasan Gibran Tak Dampingi SBY saat Berkunjung ke Sragen, Sebut Sudah Temui AHY di Jakarta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.