Pemilu 2024

Timnas AMIN Bantah Jadi Dalang di Balik Ditiadakannya Debat Khusus Cawapres

Nihayatul mengaku Timnas AMIN hanya mengusulkan capres dan cawapres selalu dihadirkan dalam setiap rangkaian debat.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com / IRFAN KAMIL
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat ditemui di rumah pemenangan di Jalan Brawijaya X, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2023). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Tim Nasional Pemenangan AMIN (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) buka suara soal tudingan dalang di balik penghilangan debat khusus cawapres.

Wakil Ketua Timnas AMIN, Nihayatul Wafiroh, membantah pihaknya sebagai pemberi usul dihapusnya debat cawapres.

Nihayatul mengaku Timnas AMIN hanya mengusulkan capres dan cawapres selalu dihadirkan dalam setiap rangkaian debat.

Baca juga: Cak Imin Ungkap Alasan Baliho AMIN Tak Sebanyak Paslon Lain : Bukan karena Tak Punya Duit

"Dalam pertemuan FGD oleh KPU di 29 November 2023, TIMNAS AMIN menyampaikan ide awal dalam diskusi FGD tersebut bahwa sebaiknya dalam setiap agenda debat, pasangan capres-cawapres selalu dihadirkan dalam seluruh rangkaian debat. Namun bukan menghilangkan debat cawapres," kata Nihayatul dalam keterangannya Senin (4/12/2023).

Menurut Timnas AMIN, kehadiran paslon secara lengkap tetap penting sekalipun hanya capres atau cawapres saja yang tengah berdebat. 

Nihayatul menilai, apabila agenda debat yang sedang berlangsung adalah antara cawapres, maka capres bisa tetap dihadirkan meskipun sebagai audiens dan tidak untuk berdebat sama sekali. 

"Usulan kami untuk Hadir berpasangan lengkap bukan berarti hadir untuk berdebat, serta juga bukan berarti menghilangkan debat antara cawapres," ucap Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.

Baca juga: Lagi, Anies Baswedan Sentil Proyek Pembangunan IKN: Hanya Dirasakan Aparat Negara

Lanjut dia, dalam FGD tanggal 29 November 2023 di KPU, Timnas AMIN mencatat usulan dari tim paslon 02, agar format debat hanya berupa pemaparan dan pendalaman dokumen visi-misi saja. 

"Ini berarti format debat hanya melibatkan tanya-jawab antara paslon dengan moderator dan panelis, serta menghilangkan sanggahan antar paslon secara keseluruhan," kata Nihayatul.

"Menurut tim paslon 2, debat dengan model saling menanggapi antar paslon akan menghabiskan banyak waktu tanpa ada kesempatan menjelaskan visi dan misi masing-masing paslon," lanjut dia.

Dalam kesempatan sama, Timnas AMIN menegaskan telah dengan tegas menolak usulan tim paslon 02.

Sebab, menurutnya, jika disetujui akan membatasi pengenalan pemilih terhadap kualitas utuh para paslon, serta terkesan ingin memberikan kenyamanan berlebih pada paslon tertentu. 

"Penolakan serupa juga diutarakan oleh tim paslon 03," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved