Klaten Bersinar

Begini Cara Bupati Sri Mulyani Angkat Kesejahteraan Perajin Lurik di Klaten

TRIBUNSOLO.COM/IBNU DWI TAMTOMO
Bupati Klaten Sri Mulyani bersama 117 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten usai dilantik di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (4/1/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Beragam cara dilakukan Bupati Klaten Sri Mulyani untuk membuat Lurik Klaten semakin bersinar, khususnya di kota asal lurik yakni Kabupaten Klaten.

Pasalnya, dengan digandrunginya lurik akan berdampak langsung bagi perekonomian di Kota Bersinar, terutama bagi para perajin lurik.

Selain melalui Klaten Lurik Carnival yang digelar setiap tahun, penggunaan kain lurik sepekan sekali juga menjadi upaya Bupati Sri Mulyani mempopulerkan penggunaan kain lurik di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga: Bupati Sri Mulyani Kembali Galakkan Jumat Bersih, Antisipasi Dampak Bencana Hidrometeorologi

Salah satunya juga dilakukan Bupati Sri Mulyani saat melantik 117 pejabat yang menduduki posisi baru di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (4/1/2024).

Para pejabat yang dilantik mengenakan pakaian surjan lurik untuk laki-laki dan kebaya lurik untuk perempuan.

Dari 117 pejabat yang dilantik ada tiga pejabat tinggi pratama (eselon II).

Kemudian 10 pejabat administrator, 33 pejabat pengawas, 54 guru yang mendapatkan penugasan sebagai kepala SD, serta 17 pegawai yang mendapatkan penugasan tambahan sebagai kepala Puskesmas.

Baca juga: Bupati Klaten Sri Mulyani Lantik 117 Pejabat, Upaya Penyegaran dan Peningkatan Kualitas Pelayanan

"Hari ini sangat membanggakan, kita bangga dengan potensi yang ada di Kabupaten Klaten karena hari ini Kamis kita mengenakan lurik," tutur bangga Bupati Sri Mulyani, saat memberikan sambutan usai melantik ratusan pejabat di lingkungan Pemkab Klaten.

Lebih lanjut, Bupati Sri Mulyani mengungkapkan alasannya memilih lurik menjadi bagian dalam acara tersebut.

"Karena untuk kesempatan hari ini saya tidak ingin sama seperti biasanya saya ingin tidak hanya sekedar menggunakan lurik, tetapi menggunakan kebaya lurik untuk ibu-ibu, sedangkan yang Bapak menggunakan surjan lurik," ungkapnya.

Menurutnya, cara tersebut efektif untuk dilakukan sebagai dukungan penuh untuk pelaku UMKM.

Baca juga: Klaten KLB Polio Usai 1 Anak Positif, Bupati Sri Mulyani Turunkan Tim Dinkes Antisipasi Penularan

"Ini biar UMKM lurik di Kabupaten Klaten tambah percaya diri dan semangat dalam berkarya, tentunya untuk mensejahterakan Kabupaten Klaten serta meningkatkan ekonomi dan UMKM yang ada di Kabupaten Klaten," jelasnya.

"Tentunya jika pemerintah daerah bersama ASN dan stakeholder bangga dengan produk buatan Klaten tentunya masyarakat akan percaya dengan pemerintah daerah Kabupaten Klaten," pungkasnya.

Sebagai mana diketahui bahwa Lurik Klaten ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia. Selain itu, lurik Klaten sudah memiliki hak kekayaan intelektual (HAKI).

Tak hanya itu, melalui lurik Kabupaten Klaten kembali menambah deretan prestasi di kancah nasional tepatnya pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award ke-8 2023.

Penghargaan itu diumumkan saat malam puncak API Awards 2023 tersebut di di Kota Ambon, Maluku, Rabu (1/11/2023).

Pada malam penganugerahan API Award 2023 itu Lurik Klaten berhasil sabet gelar Juara 1 dalam Kategori Cinderamata. (*/adv)