Longsor di Selo Boyolali
Warga Selo Boyolali Punya Istilah Musim Grubugan, Artinya Berkaitan dengan Cuaca
Ada istilah tersendiri untuk menggambarkan cuaca bagi warga Selo, Boyolali. Mereka menggambarkan cuaca hujan, angin dan kabut dengan istilah Grubugan.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Warga Kecamatan Selo, Boyolali memiliki istilah tersendiri dalam menggambarkan cuaca ekstrim.
Mereka menyebut musim Grubugan, dimana istilah itu berarti kondisi hujan disertai angin dan kabut.
"Masyarakat sekitar menyebutnya Grubugan," ujar Kapolsek Selo, Iptu Kiryanto kepada TribunSolo.com.
Kondisi tersebut merupakan hujan deras, disertai angin dan kabut.
Namun begitu, kejadian terjadi tidak hanya sehari.
Bisa berhari- hari.
Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu Cemoro Sewu Ditutup Sementara, Alasannya Cuaca yang Membahayakan Pendaki
"Tahun-tahun yang lalu seminggu, itu paling cepat," paparnya.
Kades Jrakah, Tumar mengungkapkan kondisi hujan terus menerus sendiri baru terjadi 2 hari terakhir.
"Dua hari dua malam hujan deras, berturut-turut" kata Tumar.
Akibat kondisi ini, terdapat lokasi yang mengalami longsor.
Longsor terjadi di Dukuh Tritis, Desa Lencoh, Kecamatan Selo.
Material longsor menutup jalan Solo-Selo-Boyolali (SSB), dan juga mengakibatkan 2 kendaraan terseret. (*)
Potret Masyarakat Selo Bantu Evakuasi Pikap Terdampak Longsor: Tarik Bersama Pakai Tali Tambang |
![]() |
---|
Penyebab Longsor di Lencoh Selo Boyolali, Dua Hari Berturut-turut Diguyur Hujan |
![]() |
---|
KONDISI Mobil yang Terseret Longsor di Boyolali: Alami Kerusakan, Kerugian Total Rp5 Juta |
![]() |
---|
Jalur SSB di Boyolali yang Terdampak Longsor Sudah Dibuka Lagi, Setelah Evakuasi dan Pembersihan |
![]() |
---|
Cerita Warga Bandung Terjebak Longsor di Selo Boyolali : Ikuti Maps, Mau ke Borobudur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.