Klaten Bersinar

PMI Klaten Terjunkan Tim Periksa Kesehatan Pengungsi Terdampak Banjir Demak

TribunSolo.com / Dok PMI Klaten
Tim Medis PMI Klaten melakukan periksaan kesehatan kepada pengungsi terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM - PMI Kabupaten Klaten kirimkan Medical Action Tim (MAT) untuk memeriksa kesehatan pengungsi terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Pelepasan MAT PMI Klaten atau Tim Medis PMI Klaten ke Kabupaten Demak itu dilakukan langsung oleh Wakil Ketua PMI Kabupaten Klaten Bambang Giyanto, didampingi sejumlah pejabat PMI Klaten, Rabu (14/2/2024).

Dalam kurun waktu 5 hari, sejak Rabu hingga Minggu (14-18/2/2024), 5 anggota Tim Medis PMI Klaten melakukan pemeriksaan kesehatan untuk pengungsi di beberapa lokasi berbeda.

Pada hari pertama, setibanya Tim Medis PMI Klaten di Kabupaten Demak, tim langsung melakukan koordinasi bersama PMI Demak yang berlokasi di depan Rumah dinas Sekda Kabupaten Demak untuk merencanakan pemeriksaan pengungsi keesokan harinya.

Hari kedua, Kamis (15/2/2024) Tim Medis PMI Klaten melakukan pemeriksaan bagi pengungsi terdampak banjir, tepatnya di Desa Ngemplak Wetan dan Desa Cangkring Wetan Kecamatan Karanganyar, Demak.

Baca juga: Peduli Korban Banjir di Demak, PMI Klaten Kirim Bantuan Logistik

Pemeriksaan tersebut dilakukan kepada pasien 45 orang terdiri dari 20 perempuan, 22 laki-laki, 2 anak-anak dan 1 orang balita.

Dari pemeriksaan itu didapati sejumlah pengungsi menderita beberapa keluhan, diantaranya kutu air (tinea pedis), batuk pilek (ISPA) dan pegal-pegal (Myalgia).

Hari ketiga, Jumat (16/2/2024) Tim Medis PMI Klaten kembali melakukan pemeriksaan. Kali ini menyasar di wilayah Dukuh Wonorejo, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Karangantar, Demak.

Tercatat, pemeriksaan dilakukan kepada 53 orang pengungsi, diantaranya 25 perempuan, 13 laki-laki dan 8 orang anak.

Dari hasil pemeriksaan didapati beragam penyakit, mulai dari kutu air (tinea pedis), batuk pilek (ISPA), radang tenggorokan (Faringitis), hingga gatal-gatal.

Masuk di hari ke empat, Sabtu (17/2/2024) Tim Medis PMI Klaten melakukan pemeriksaan di Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus dengan jumlah pasien sebanyak 36 orang, terdiri dari 17 perempuan, 9 laki-laki, 10 orang anak.

Baca juga: Musyawarah Kerja PMI Klaten 2024, Bupati Sri Mulyani Sebut Inovasi Kunci Hadapi Tantangan Zaman

Dari hasil pemeriksaan, beberapa penyakit ditemukan, diantaranya kutu air( tinea pedis), batuk pilek (ISPA), peradangan kulit atau gatal-gatal (Dermatitis).

Sedangkan di hari terakhir, Minggu (18/2/2024) Tim Medis PMI Klaten kembali melakukan pemeriksaan untuk korban terdampak banjir di Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kudus kepada 19 orang, yang terdiri dari 8 Perempuan, 5 laki-laki dan 6 orang anak.

Dari hasil pemeriksaan tersebut didapati sejumlah temuan penyakit, diantaranya diare (GEA), gatal-gatal (Dermatitis) dan pegal-pegal (Myalgia).

Untuk diketahui, pemberangkatan Tim Medis PMI Klaten ke Kabupaten Demak itu untuk memeriksa kesehatan pengungsi terdampak banjir merupakan bantuan kedua.

Sebelumnya PMI Klaten mengirimkan telah sejumlah bantuan logistik untuk ringankan beban korban bencana banjir di Kabupaten Demak, pada Minggu (11/2/2024).

Bantuan untuk korban terdampak banjir tersebut diserahkan langsung Ketua PMI Klaten Purwanto Anggono Cipto didampingi sejumlah Pengurus PMI Klaten, diantaranya sembako, selimut, tikar dan kebutuhan lainnya untuk pengungsi balita hingga dewasa.

Baca juga: PMI Klaten Tumbuhkan Ketrampilan dan Sikap PAUD Hadapi Bencana Lewat Traveling Kepalangmerahan

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pengurus bidang SDM PMI Demak Bapak Sigit Raharjo didampingi sejumlah pengurus lainnya.

Diungkapkan Ketua PMI Klaten Purwanto Anggono Cipto, bantuan tersebut sebagai bentuk empati sekaligus untuk meringankan sedikit beban hidup akibat bencana yang mendera.

"PMI Kabupaten Klaten harus respon cepat untuk membantu saudara kita yang terkena dampak banjir di wilayah Kabupaten Demak," tegas Purwanto.

Ia berharap, sedikit bantuan yang pihaknya berikan, mampu mengurangi beban yang tengah dipikul para pengungsi.

"Mudah-mudah dalam kita membantu dapat sedikit meringankan beban saudara kita yang terkena bencana banjir di wilayah Kabupaten Demak," ucap Purwanto.

(*/ADV)