Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kebakaran Sragen Makan Korban

IDENTITAS Korban Kebakaran Toko Kelontong di Ngrampal Sragen, Ternyata Mantan Suami Pemilik Toko

Awalnya pihak kepolisian sulit mengidentifikasi identitas jenazah, karena terpanggang api saat pertama kali ditemukan.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Toko kelontong di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen terbakar, Rabu (21/2/2024). Terlihat sebuah mobil ikut terbakar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Identitas korban kebakaran toko kelontong di Dukuh Mentir, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen akhirnya diketahui.

Dimana, awalnya pihak kepolisian sulit mengidentifikasi identitas jenazah.

Karena saat pertama kali ditemukan, tubuh korban sudah tidak dapat dikenali lagi karena terpanggang api.

Sementara itu, toko kelontong tersebut selama ini hanya ditinggali Jumarni (55) sang pemilik toko.

Jumarni memiliki seorang anak yang tinggal dan bekerja di Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Kebakaran Toko Kelontong di Ngrampal Sragen Ludeskan Honda Freed Juga, Kerugian Capai Rp450 Juta

Tepat di sebelah utara toko kelontong tersebut, adalah tempat tinggal mantan suami Jumarni, yakni Ngadiman (65).

Warga sekitar sempat menduga, jika korban adalah Ngadiman.

Karena saat kejadian, Ngadiman tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.

Untuk memastikan hal tersebut, jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Baca juga: KENDALA Proses Pemadaman Kebakaran Toko Kelontong di Ngrampal Sragen, Hanya Ada Satu Akses Pintu

Awalnya, polisi berencana akan melakukan tes DNA untuk memastikan identitas korban.

Namun, tes DNA tersebut urung dilaksanakan, setelah anak Ngadiman tiba di rumah sakit.

"Betul, identitas korban adalah Ngadiman, sesuai dengan surat pernyataan dari anaknya, kalau itu benar bapaknya," ungkap Kapolsek Ngrampal, AKP Hasto Broto.

Diketahui, Ngadiman memiliki usaha bengkel sepeda di depan rumahnya.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menolak untuk diautopsi.

"Sekarang jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved