Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Ibadah Haji 2024

Uniknya Jemaah Calon Haji Gunungkidul, Niat Pakai Blangkon Khas Jogja Selama Haji 

Penampilan JCH asal Kota Yogyakarta dan Gunungkidul ini berbeda dari yang lain. Mereka memakai blangkon selama melaksanakan ibadah haji.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Jemaah Calon Haji asal Gunungkidul, Yogyakarta saat berada di Jeddah, Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Sabtu (25/5/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI -  Ada pemandangan berbeda dari  jemaah calon haji (JCH) yang masuk Asrama Haji Donohudan (AHD) Ngempak, Sabtu (25/5/2024).

Ratusan jemaah Kloter 52, gabungan dari Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul diterima PPIH Embarkasi Solo mulai pukul 12.00 WIB.

Atribut yang dikenakan seratusan jemaah berbeda dengan sebelum -sebelumnya.

Umumnya, JCH laki-laki memakai peci atau kopyah.

Namun, para  JCH yang terlihat mengenakan penutup kepala khas Jawa, berupa blangkon.

Selain untuk menunjukkan identitas sebagai orang Jogja, menggenakan blangkon ini juga untuk memudahkan JCH dikenali.

Andar Irsadi mengatakan sengaja memakai blangkon ini untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah suci.

Baca juga: Innalilahi, Jemaah Calon Haji Asal Pekalongan Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di RS Moewardi Solo

Dia pun berjanji akan terus memakai blangkon kas Jogja ini hingga kembali ke Rumah nanti.

"Akan saya lepas saat berihram saja. Karena saat ihram untuk umrah dan haji tidak diperkenankan memakai pakaian lain. Selain kain Irham," ujarnya.

Dia mengaku mengenakan blangkon ini sebagai identitas.

Selain agar mudah dikenali, juga menjadi ciri khas JCH dari Gunungkidul.

Selain itu, dia juga mengaku tak minder dengan memakai blangkon ini saat bertemu dengan orang se dunia di Mekkah dan Madinah nanti.

"Tidak mengganggu aktifitas malah kebanggaan tersendiri karena berkumpul seluruh dunia dan yang pakai blankon hanya cirikhas daerah kami," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Wahid Syarifuddin Ahmad.

Dia pun rela membeli blangkon baru untuk dipakai ke tanah suci.

"Selain bisa mencegah rambut menutup wajah saat sujud, juga sebagai identitas dan kebanggaan kami sebagai warga Jogja," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved