Mantap! Lebih dari 97 Persen Penduduk Kabupaten Sragen Telah Terjamin Program JKN
Penduduk Sragen yang telah jadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 97,90 persen atau sebanyak 991.208 jiwa.
TRIBUNSOLO.COM – Per April 2024, sebesar 97,90 persen atau sebanyak 991.208 jiwa penduduk Kabupaten Sragen telah terjamin dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Debbie Nianta Musigiasari, dalam sambutannya pada kegiatan Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Program JKN Kabupaten Sragen, Senin (27/5/2024).
Debbie mengatakan, capaian tersebut hampir mencapai target Universal Health Coverage (UHC) yang telah ditetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024, yakni sebesar 98 persen.
“Untuk mencapai 98 persen, diperlukan penambahan peserta baru sebanyak kurang lebih 1.015 jiwa. Dilihat dari capaian per kecamatan, tiga kecamatan dengan jumlah tertinggi kepesertaannya adalah Kecamatan Miri, Plupuh, dan Sumberlawang, sedangkan kecamatan yang perlu perhatian khusus karena jumlah kepesertaan terhitung rendah dibandingkan kecamatan lain, adalah Kecamatan Gondang, Kedawung, dan Tangen,” katanya.
Berdasarkan grafik capaian kepesertaan di Kabupaten Sragen, terjadi kenaikan UHC di tahun 2023, yakni terjadi kenaikan sebesar 7,42 persen dan terjadi penurunan sekitar 0,10 persen di tahun 2024.
Hal ini terjadi karena adanya penyesuaian jumlah penduduk berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil semester satu tahun 2023, serta pemadanan data penduduk meninggal di akhir tahun.
Sementara itu, tingkat keaktifan peserta di Kabupaten Sragen, mencapai 66,72 persen.
Baca juga: Upaya BPJS Kesehatan Tingkatkan Mutu Layanan JKN, Bidik Pemanfaatan Antrean Online FKRTL 95 persen
Dari persentase tersebut, segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Penyelenggara Negara mencapai angka keaktifan tertinggi, yakni sebesar 95,12 persen, dilanjutkan dari segmen Bukan Pekerja (BP) sebesar 91,74 persen, Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebesar 77,58 persen, PPU Badan Usaha sebesar 75,31 persen, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sebesar 51,59 persen, dan PBPU BP Pemda sebesar 43,92 persen.
“Kami sampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sragen, atas komitmennya mendorong seluruh segmen kepesertaan Program JKN untuk memaksimalkan capaian dalam Program JKN. Salah satunya, dengan mendaftarkan dan membayarkan iuran kepala dan perangkat desa. Saat ini, sebanyak 2.636 jiwa kepala dan perangkat desa, beserta seluruh keluarga intinya telah terdaftar ke dalam Program JKN. Sedangkan, total pertumbuhan segmen PBPU BP Pemda sampai dengan Maret 2024, sebanyak 15.170 jiwa,” tambahnya.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, Hargiyanto, menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sragen terus meningkatkan jumlah peserta, terutama pada segmen PBPU BP Pemda, dengan verifikasi validasi yang rutin dilaksanakan dengan koordinasi antara dinas-dinas terkait dan BPJS Kesehatan.
“Di tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Sragen telah menunjuk empat desa pelopor Program Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi (PESIAR), dengan tujuan meningkatkan capaian kepesertaan di tingkat desa, dan keaktifan peserta minimal 75 persen dari jumlah penduduk. Empat desa tersebut, adalah Desa Masaran, Sragen, Tanon, dan Gemolong. Terkait, target UHC tahun 2024, diperlukan perhitungan khusus untuk penganggaran segmen PBPU BP Pemda. Anggaran untuk saat ini, tetap akan kami prioritaskan untuk Program JKN. Secara prinsip, kami mendukung sasaran UHC 98 persen di tahun 2023 sesuai RPJMN, kecukupan anggaran nantinya akan kami ajukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sragen,” ucapnya.
Upaya lain dalam peningkatan cakupan kepesertaan Program JKN, adalah dengan adanya partisipasi dari 13 badan usaha yang menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR)nya untuk membiayai sebanyak 704 warga sekitar yang belum mempunyai jaminan kesehatan.
Badan usaha tersebut, diantaranya adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sragen, RSU PKU Muhammadiyah Sragen, PT. Sukowati Citra Medika, RS Amal Sehat Sragen, PT. Sarila Husada, Optik Perdana, Optik Aini, PT. Yakssi, Yayasan An Najiyah Putra Kusuma, Optik Focus, PT. Wahyu Isma Putra, Optik Pranoto Sragen, dan Pondok Pesantren Walisongo Sragen. (*)
| Teror Pocong di Sragen, Diduga Kejar Cuan dari Gift Live TikTok untuk Beli Rokok hingga Miras |
|
|---|
| Polisi Dalami Peran Suami IRT yang Selundupkan Sabu ke Lapas Sragen Demi Upah Rp1 Juta |
|
|---|
| Modus IRT Selundupkan Sabu ke Lapas Sragen, Bawa Anak untuk Kelabui Petugas, Nyamar Jadi Pembesuk |
|
|---|
| Fakta Konten Pocong Jadi-jadian di Sragen, Remaja Diingatkan Jangan Cari Sensasi yang Rugikan Rakyat |
|
|---|
| Gegara Rebus Daging, Mobil dan Motor Warga di Sragen Hangus, Kerugian Capai Rp80 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/BPJS-Peserta-Sragen.jpg)