Klaten Bersinar

Tegas! Ini Perintah Bupati Sri Mulyani untuk Turunkan Kasus DBD di Klaten Jateng, Terus Sosialisasi

Istimewa
Bupati Klaten Sri Mulyani saat memimpin jalannya rapat koordinasi rutin yang diikuti oleh seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Klaten di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (24/6/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bupati Klaten Sri Mulyani memberi perhatian khusus pada kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten.

Itu dilakukan guna memastikan kesehatan dan keselamatan warganya di tengah gempuran kasus DBD yang telah merenggut puluhan nyawa.

Salah satunya, perhatian tersebut Bupati Sri Mulyani tunjukkan saat memimpin jalannya rapat koordinasi rutin yang diikuti oleh seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (24/6/2024).

Menurut laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten, penambahan kasus baru pada DBD terjadi di tiap minggunya.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Hanung Sasmito Wibowo, jika kasus baru DBD di Kabupaten Klaten terus terjadi, namun beberapa pekan terakhir menunjukkan tren penurunan.

Tercatat pada minggu ke-22 terdapat 91 kasus dengan 1 kematian, penambahan kasus baru kembali menurun di minggu ke-23 dengan 69 kasus serta 1 kematian, sedangkan sampai minggu ke-24 terdapat 49 kasus dengan 0 kematian.

Hanung tak menampik jika dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya terdapat peningkatan kasus.

"Sampai minggu ke-24 terdapat 842 kasus dengan 29 kematian," terangnya.

"Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang terdapat 197 kasus dengan 10 kematian, berarti terjadi peningkatan kasus di tahun 2024 dibanding 2023," paparnya.

Baca juga: Bupati Sri Mulyani Resmikan Kios di Rest Area Desa Gatak Klaten saat Sambang Warga, Beri Apresiasi!

Ia menyebut bahwa jumlah kematian yang terjadi masih mendominasi anak-anak. Dari total 29 kematian akibat DBD diantaranya 22 anak-anak, 2 remaja, 4 dewasa dan 1 lansia.

Oleh karena itu, Sri Mulyani meminta dinas terkait dan jajaran lainnya agar fokus melakukan sosialisasi hingga tingkat bawah.

“Saya minta ke jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas, Camat, Kepala Desa hingga RT RW, tolong ini digali apa penyebabnya (jumlah) kasus ini kian hari kian meningkat," tegasnya.

"Jika dibutuhkan, buat satgas DBD Klaten yang tentu melibatkan Camat/ Kepala Desa. Pastikan juga untuk kegiatan sosialisasi ini sampai bawah,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa rapat koordinasi menjadi kegiatan rutin yang digelar Pemkab Klaten guna membahas sekaligus kegiatan yang akan datang sekaligus evaluasi agenda seminggu sebelumnya.

Diantaranya membahas isu-isu terkini yang terjadi di Kabupaten Klaten seperti yang saat ini tengah hangat, yakni kekeringan, pembangunan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan tersebut, selain memberikan evaluasi terkait pelaksanaan teknis kegiatan, Bupati Sri Mulyani turut menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran pimpinan di lingkungan Pemkab Klaten atas capaian pelaksanaan agenda dalam minggu ke-3 bulan Juni 2024.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Pemkab Klaten dan OPD terkait atas kinerjanya dalam menyukseskan agenda-agenda minggu lalu."

"Di rakor ini kita evaluasi agenda minggu lalu dan kita persiapkan agenda-agenda minggu depan. Semoga semuanya bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (*)