Klaten Bersinar
Sekda Jajang Prihono Ungkap Kesiapsiagaan Pemkab Klaten Hadapi Dampak Megathrust
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Surat edaran (SE) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tentang langkah-langkah dan upaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman megathrust di wilayah Jateng ditanggapi Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten Jajang Prihono.
"SE dari Provinsi sudah keluar dan akan kita tindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Edaran," kata Sekda Jajang merespon SE nomor 360.0/2094 yang ditandatangani Sekda Provinsi Jateng Sumarno.
Dengan keluarnya SE tersebut, Jajang menegaskan jika hal tersebut bukan sebuah prediksi.
"Namun perlu saya tekankan, dalam surat edaran itu bahwa megathrush bukan prediksi tapi ini bagian informasi dari potensi (bencana alam)," tegasnya.
"Karena sampai hari ini belum ada alat canggih yang mampu memprediksi gempa ada kapan, dimana hingga besaran (kekuatan)," imbuhnya.
Dirinya kembali menekankan, megathrust sifatnya adalah potensi bencana alam yang harus direspon dengan kesiapsiagaan di berbagai lini, mulai dari tingkat daerah hingga kabupaten.
Dengan potensi dampak yang cukup besar, ia meminta jajaran Pemkab Klaten melalui BPBD Klaten melakukan kegiatan yang dapat meminimalisir dampak bencana.
Baca juga: Terbaik! Aspirasi Warga Desa Bulan Wonosari Direspons Langsung Bupati Klaten Sri Mulyani
Dirinya juga meminta BPBD Klaten terus memonitor perkembangan bencana alam secara berkala, sehingga Pemkab Klaten mempunyai kewaspadaan lebih dini.
"Yang paling penting, segera melakukan langkah-langkah tindak lanjut dari surat edaran, baik itu kegiatan simulasi, sosialisasi, penyiapan sarana dan prasarana termasuk SDM. Semua harus kita mulai siapkan sebagai bentuk kesiapsiagaan kita," ungkapnya.
Meski sudah terbiasa melakukan antisipasi bencana alam akibat sebagian wilayah Kabupaten Klaten berada di lereng Gunung Merapi, namun pihaknya tak mau jumawa dan tetap mempersiapkan semuanya secara maksimal.
"Alhamdulilah kalau kita, terkait kesiapsiagaan bencana baik itu SDM, sarana dan prasarana insyaallah sudah ada tinggal kita matangkan lagi persiapan yang ada."
"Kalau kemarin kita fokus ke Gunung Merapi, kini kita juga harus melihat daerah-daerah lain karena ada potensi (bencana alam) megathrust terutama kesiapsiagaan setiap desa," terangnya.
Terakhir dirinya meminta masyarakat tetap tenang namun jangan sampai terlena. Untuk itu dirinya meminta masyarakat harus mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa terjadi.
"Untuk masyarakat untuk tenang dan lakukan kegiatan seperti biasanya, yang penting terima semua sosialisasi dan kegiatan kesiapsiagaan dari pemerintah daerah sebagai bentuk kolaborasi kesiapsiagaan bencana."
"Yang terpenting kita tetap tenang dan waspada, jikalau sewaktu-waktu itu terjadi kita sudah mampu meminimalisir risiko kebencanaan," pungkasnya.