Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Motor vs Truk di Bawah Flyover Palur

Tulisan Mars SMK 1 Solo di Buku Catatan Jadi Kunci Identifikasi Korban Tewas di Bawah Flyover Palur

Sopir Ambulans Sempat Datangi SMK 1 Solo, Demi Pastikan Identitas Korban Tewas di Flyover Palur

Istimewa
Proses evakuasi korban kecelakaan motor vs truk di bawah Flyover Palur, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Rabu (9/10/2024) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tangis guru dan murid SMK N 1 Surakarta seketika pecah saat mendengar kabar salah satu siswa kelas 10 PM 1, Dzalisa Nuri Dhiya meninggal di tempat akibat kecelakaan yang terjadi Rabu (9/10/2024).

Anak yang dikenal rajin dan disiplin itu tak kunjung terlihat padahal kelas sudah dimulai. Bangku di samping Nafra yang biasa ditempati Dzalisa pun kosong.

Beberapa saat setelah jam pertama dimulai barulah tersiar kabar duka. Ketua Kelas 10 PM 1, Stevanie Kayla Putri bercerita bagaimana hampir semua siswa satu kelas menangis mendengar kabar ini. Mereka tidak menyangka akan mendengar kabar ini.

“Jam 07.30 (mendengar kabar). Shock nangis langsung. Nangis semua (satu kelas). Nggak nyangka,” ungkapnya.

Baca juga: IDENTITAS 2 Korban Tewas Kecelakaan Maut Motor vs Truk di Bawah Flyover Palur : Masih Ibu & Anak

Wali Kelas 10 PM 1, Sungging Permanasari mengaku sedih mendengar kabar ini.

Ia mendapat kabar dari salah satu siswa yang memiliki tetangga sopir ambulans yang kebetulan menangani korban.

“Tadi pagi sekitar jam 07.30 saya mengajar di kelas 11 PM 1. Saya dapat kabar dari 11 PM 2. Kebetulan tetangganya yang sopir ambulan yang tahu soal kejadian itu. Dikabari kalau Dzalisa kecelakaan dan meninggal di tempat,” ungkapnya.

Baca juga: MOMEN Pilu, Anak Kecil Ini Saksikan Ibu & Kakaknya Tewas Terlindas Truk di Bawah Flyover Palur

Sopir ambulans yang menangani korban sempat mendatangi sekolah untuk memintanya mengidentifikasi korban. Saat dievakuasi, pihaknya tidak menemukan identitas apa pun.

Hanya ada buku catatan milik Dzalisa yang tersimpan di tasnya. Di situ ia mencatat Mars SMK N 1 Surakarta. Dari situlah petugas mengetahui bahwa korban merupakan siswa sekolah tersebut.

“Sopir ambulans ke sekolah membawa bukunya Dzalisa. Benar murid saya,” ungkap Sungging.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved