Berita DIY

Banyak ASN Menjomblo, Korpri Pemkot Yogya Jadi Makcomblang Lewat Acara 'Pados Jodho'

Acara ini dianggap selaras dengan visi Korpri, yakni memberikan kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh anggotanya.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Kompas.com
Ilustrasi logo Korpri. 

TRIBUNSOLO.COM, KOTA YOGYAKARTA - Kesibukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Yogyakarta mengakibatkan banyak dari mereka yang masih menjomblo hingga sekarang.

Fenomena itu pun direspons cepat oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pemkot Yogya, dengan membuka semacam biro perjodohan, melalui agenda Pados Jodho.

Acara ini dianggap selaras dengan visi Korpri, yakni memberikan kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh anggotanya.

Baca juga: Terungkap Alasan Oknum PNS Penyelenggara Fun Bike di Yogyakarta Lakukan Penipuan, Gaji Kurang?

Sekretaris Korpri Pemkot Yogyakarta, Dedi Budiono, mengatakan, kegiatan tersebut dapat diikuti seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Yogya, baik ASN, maupun non-ASN. 

Berkaca dari hasil survei internal, pihaknya menemukan fakta, banyak pegawai yang belum menikah, atau berumah tangga, di usia yang cenderung sudah matang.

"Kebanyakan karena kesibukan. Pagi-pagi sudah berangkat kerja, pulang sore, kena macet di jalan, sampai rumah jam 17.00 sudah capek, terus tidur. Mereka tidak punya waktu untuk berinteraksi di luar ketugasan," katanya, Kamis (10/10/24).

Meski demikian, Dedi tidak bisa membeberkan angka rinci terkait pegawai Pemkot Yogya yang belum menikah, karena pengisian data kepegawaian berada di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca juga: Bak Istana, Luas Rumah Pensiunan Jokowi di Colomadu Ternyata Seluas Satu RT

Kata dia, sejak Korpi menyebarkan edaran mengenai gelaran Pados Jodho, pada Rabu (9/10/24) lalu, sudah ratusan pegawai yang menyatakan siap ambil bagian.

"Ini baru pendataan awal, ada 140 yang mengisi. Artinya, ketika kita melakukan penjaringan, ada 140 pegawai yang mau ikut. Jumlahnya cukup tinggi. Mayoritas perempuan, sekitar 60 persen," urainya.

"Nanti kami pantau lagi, sampai batas waktunya, tanggal 15 November 2024. Kita lihat, jumlah 140 pegawai itu, apakah berkurang, atau malah bertambah lagi peminatnya," tambah Dedi.

Pria yang juga menjabat sebagai kepala BKPSDM Kota Yogya tersebut menandaskan, langkah ini merupakan sebuah ikhtiar untuk memberikan kesejahteraan lahir dan batin bagi anggota Korpri.

Baca juga: Ada Laporan Soal Koordinasi Kepala Desa di Trucuk, Bawaslu Klaten Kelengkapan Bukti

Selaras rencana, kegiatan Pados Jodho pun bakal diseremonialkan pada 30 November 2024 mendatang dengan menggandeng pihak ketiga yang berkompetan dalam bidang perjodohan.

"Tapi, itu masih kita godog lagi, kita bahas bareng pihak ketiga. Jangan sampai kegiatan ini malah berdampak pada psikologis teman-teman. Kita niatinya kan memudahkan," katanya.

Meski demikian, Dedi tidak menampik, agenda semacam ini memang terbilang unik, dan sebatas pengetahuannya belum pernah digulirkan oleh Korpri di daerah-daerah lain.

Namun, ia menyadari, karena baru digelar untuk pertama kalinya, pihaknya pun bakal mengevaluasi efektivitasnya dalam memfasilitasi perjodohan antar pegawai.

"Memang, idealnya itu lingkupnya se-DIY, karena jodohnya belum tentu di kota. Tapi, ini baru awalan, nanti saya akan matur, siapa tahu ke depan yang mengadakan bisa dari Pemda DIY," katanya.

"Sehingga, bisa melingkupi pemerintah kabupaten dan kota. Makanya, nanti kita evaluasi dulu, persentase keberhasilannya seperti apa, kemudian apakah memungkinkan diperluas," imbuh Dedi.

(Tribun Jogja)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved