Klaten Bersinar

5 Inovasi Bupati Sri Mulyani untuk Transportasi Klaten, Berbuah Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2024

Tribun Solo / Istimewa
Bupati Klaten Sri Mulyani memberikan sambutan pada acara Sambang Warga di Desa Kalangan, Kecamatan Pedan, Klaten, pada Kamis (17/10/2024). 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mendapatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2024 dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Menteri Perhubungan RI menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono di Jakarta, Sabtu (7/9/2024) lalu.

Pemkab Klaten menerima sertifikat dan Piala WTN untuk kategori kota sedang.

Baca juga: Setelah Puluhan Tahun, Akhirnya Klaten Punya Bioskop di Era Bupati Sri Mulyani, Dibuka 14 Desember

Selain Klaten, sebanyak 22 kota dan kabupaten lainnya juga menerima penghargaan tersebut.

Pemkab Klaten mendapatkan apresiasi ini dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), lantaran dinilai baik dalam kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan.

Sekda Jajang yang mewakili Bupati Klaten Sri Mulyani menerima dua penghargaan berupa sertifikat dan piala.

Menurutnya, Klaten memenuhi semua unsur penilaian, mulai dari ketersediaan lalu lintas hingga angkutan perhubungan.

Di era kepemimpinan Bupati Sri Mulyani, Pemkab Klaten melakukan sederet inovasi di bidang tasnportasi.

Baca juga: Senyum Penyandang Disabilitas Klaten di Era Sri Mulyani : Diguyur Bansos, Dibuatkan Perda dan Perbup

Catatan TribunSolo.com, berikut inovasi-inovasi yang dilakukan Bupati Klaten Sri Mulyani dalam tata kelola perhubungan dan transportasi di Kabupaten Bersinar:

1. Bus Wisata DAMRI

Bus Wisata DAMRI di Klaten.
Bus Wisata DAMRI di Klaten. (Dok. Pemkab Klaten)

Pemkab Klaten bersama Perum DAMRI meluncurkan bus wisata di halaman Pendapa Kabupaten Klaten, Selasa (29/3/2022).

Melalui kerjasama dengan Perum DAMRI, Sri Mulyani berharap wisata Girpasang semakin mudah untuk dikunjungi wisatawan.

Ia menceritakan betapa sulitnya dulu akses menuju Kampung Girpasang, yang mesti menaiki 1.001 anak tangga.

Namun, sekarang ada jembatan gantung yang bisa dinikmati oleh masyarakat Girpasang dan menjadi wisata unggulan di Klaten.

“Alhamdulillah jembatan (Girpasang) itu pembawa dampak rezeki, begitu juga kerja sama dengan Perum DAMRI ataupun yang lainnya. Tentunya menambah fasilitas untuk mempermudah masyarakat yang ingin berwisata ke Girpasang atau jembatan gantung Girpasang,” kata Sri Mulyani.

2. Konsisten Sediakan Layanan Bus Mudik Gratis

Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya bersama OPD terkait melepas 10 unit armada bus mudik gratis bersama Pemkab Klaten tahun 2023 di halaman Kantor Bupati Klaten. ( 
Dok. Istimewa/ Diskominfo Kab. Klaten.)
Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya bersama OPD terkait melepas 10 unit armada bus mudik gratis bersama Pemkab Klaten tahun 2023 di halaman Kantor Bupati Klaten. ( Dok. Istimewa/ Diskominfo Kab. Klaten.) (Istimewa)

Saban tahunnya tiap arus mudik lebaran, Pemkab Klaten juga selalu konsisten menyediakan layanan bus gratis untuk pemudik warga Klaten yang kurang mampu.

Pada mudik gratis tahun 2024 kemarin, Pemkab Klaten mengerahkan 10 bus.

Baca juga: 5 Inovasi Bupati Klaten Sri Mulyani di Bidang Kesehatan : Dijuluki Bunda Asuh Anak Stunting

Mudik gratis tersebut disediakan bagi warga Klaten di Jabodetabek yang ingin pulang ke kampung halaman.

Cara pendaftarannya pun cukup mudah, pemudik hanya perlu mendaftar ke Paguyuban Warga Klaten di Jakarta atau Dishub Klaten.

Sementara syaratnya wajib KTP Klaten dan bekerja di sektor informal atau buruh.

3. Inisiasi Palang Pintu Kereta Api di Desa Boto

Bupati Sri Mulyani meresmikan palang perlintasan kereta api di Desa Boto, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Bupati Sri Mulyani meresmikan palang perlintasan kereta api di Desa Boto, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. (TRIBUNSOLO.COM/Zharfan Muhana)

Bupati Klaten Sri Mulyani meresmikan palang pintu kereta api di perlintasan kereta sebidang di Desa Boto, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jumat (6/12/2024).

Sri Mulyani didampingi jajaran Forkopimda, Pemerintah Kecamatan Wonosari, Pemerintah Desa Boto, Jajaran TNI-Polri, serta perwakilan PT KAI.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Klaten, Supriyono menjelaskan kepada Sri Mulyani bila pembangunan ini dilakukan setelah melalui proses panjang.

Baca juga: Angka Kemiskinan Klaten Turun di Era Sri Mulyani, Ini 3 Cara Bupati Sejahterakan Warganya

"Sebelumnya, perlintasan ini tidak dijaga dan tidak berpintu. Sehingga banyak sekali terjadi kecelakaan atau hal yang tidak diinginkan," ujar Supri.

Ia menyebutkan, salah satu kecelakaan yang terjadi yakni kelecakaan mobil yang membawa penumpang 2 orang pada awal tahun.

Dari kejadian itu, pihaknya lalu memproses pembuatan palang kereta dan melewati beberapa tahap terkait izin teknis hingga ke Kementerian.

Sebelumnya, telah ada penjaga sukarelawan, namun hanya pada waktu anak berangkat sekolah, dan siang hari waktu anak sekolah pulang.

Setelah kejadian itu, pihaknya ikut prihatin dan ikut membantu penjagaan dengan memberikan honor secara sharing dengan pemerintah Desa Boto.

Adaya palang pintu dan ruang jaga yang baru, diharapkan dapat bermanfaat.

Baca juga: 5 Cara Bupati Klaten Sri Mulyani Perangi Korupsi : Bikin Pojok Baca KPK hingga Festival Anti Korupsi

"Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena ini merupakan salah satu perlengkapan jalan dalam rangka pengamanan lalu-lintas. Sehingga jalur lingkar ini menjadi ramai, karena menjadi (jalan) alternatif," ucapnya.

Biaya pembuatan palang perlintasan dan ruang operator sendiri, memakan biaya sekitar Rp 203 Juta.

Bupati Klaten, Sri Mulyani juga mengatakan dengan adanya palang perlintasan yang baru, bisa menambah kenyamanan dan keselamatan para masyarakat pengguna jalan.

"Alhamdulillah ini dikerjakan di Dishub dan tentunya masih ada titik yang lain, di tahun 2025 kita ajukan," kata Mulyani.

Beberapa perlintasan tanpa palang lain yang masih aktif, diantaranya perlintasan Mbah Ruwet di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, dan perlintasan Desa Taji di Kecamatan Prambanan.

4. Lobi Proyek Beautifikasi Stasiun Klaten

Tampak bangunan depan Stasiun Klaten, Jawa Tengah, yang akan direvitalisasi, Minggu (13/10/2024).
Tampak bangunan depan Stasiun Klaten, Jawa Tengah, yang akan direvitalisasi, Minggu (13/10/2024). (TRIBUNSOLO.COM/ZHARFAN MUHANA)

Proyek beautifikasi yang tengah dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Stasiun Klaten ternyata tak lepas dari peran Bupati Klaten Sri Mulyani. 

Peran itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten Jajang Prihono kepada awak media usai memimpin jalannya rapat koordinasi di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (14/10/2024). 

"Saya sampaikan dulu waktu kunjungan Presiden, Ibu Bupati menyampaikan permohonan untuk bisa beautifikasi, penambahan ruasan di Stasiun Klaten," ucapnya.

 "Dan itu direspons langsung oleh presiden, melalui Kementerian Perhubungan (mengalokasikan)," terangnya.

Dengan terlaksananya pembangunan Stasiun Klaten itu, Sekda Jajang mengungkapkan rasa terima kasihnya mewakili Pemkab dan warga Kota Bersinar. 

"Tentu kami atas nama Pemerintah Daerah, atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih atas atensi perhatian yang diberikan. Sehingga Stasiun Klaten mulai dibangun," ucapnya.

Baca juga: 4 Gebrakan Bupati Klaten Sri Mulyani Jelang Purnatugas, Undang Investor Masuk Kabupaten Bersinar

Saat ini proyek beautifikasi Stasiun Klaten tahap satu masih berlangsung. 

Usulan revitalisasi bangunan stasiun ini ternyata diusulkan Presiden Joko Widodo langsung ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setelah mendengarkan aspirasi dari Bupati Klaten Sri Mulyani. 

Diketahui, Stasiun Klaten menghubungkan antara Solo, Yogyakarta, sampai Purworejo.

Terlebih bangunan stasiun merupakan bangunan peninggalan era Belanda, yang memiliki nilai sejarah.

"Maka sebagai satu titik yang merupakan peninggalan bersejarah, lalu kita revitalisasi sesuai bentuk aslinya," jelasnya. 

"Dengan memperhatikan tata arsitek yang cantik, yang perlu tetap bisa dipertahankan kita lakukan," imbuhnya. 

5. Dorong Integrasi Antarmoda di Terminal Ir Soekarno Klaten

Suasana Terminal Ir. Soekarno Kabupaten Klaten.
Suasana Terminal Ir. Soekarno Kabupaten Klaten. (TribunSolo.com / Zharfan Muhana)

Bupati Klaten Sri Mulyani juga mendorong proses revitalisasi Terminal Tipe A Ir. Soekarno Klaten kepada pemerintah pusat.

Sesuai Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan semua terminal yang bertipe A menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Di Provinsi Jawa Tengah, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat mengelola sebanyak tiga terminal tipe A yakni: Terminal Tirtonadi di Solo, Terminal Mangkang di Semarang, dan Terminal Ir. Soekarno di Klaten.

Revitalisasi Terminal Tipe A yang dilakukan oleh Kemenhub menerapkan konsep baru pengelolaan sebuah Terminal di Indonesia, yang memiliki integrasi antar moda baik, serta memiliki nilai tambah yang mendukung berbagai sektor lainnya seperti: pariwisata, industri, sosial, seni budaya, ekonomi dan sektor lainnya.

Diharapkan dengan dilakukannya revitalisasi Terminal Tipe A, akan semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi massal khususnya Bus.

(*/adv)