Guguran Lava Gunung Merapi
Gunung Merapi Luncurkan 16 Kali Guguran Lava, Warga Boyolali dan Sekitarnya Diminta Waspada
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya menyebut 16 kali guguran lava ini mengarah ke barat da
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Gunung Merapi menunjukkan aktivitas vulkaniknya.
Sepanjang hari kemarin (25/12/2024) dari pukul 00.00-24.00 WIB tercatat terjadi 16 kali guguran lava.
Hal itu berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya menyebut 16 kali guguran lava ini mengarah ke barat daya atau kali Bebeng dan Krasak, di Magelang.
"Jarak luncur maksimum 1.800 meter," kata Agus, Kamis (26/12/2024).
Dia menyebut Kondisi cuaca di sekitar gunung didominasi hujan dengan curah hujan tercatat sebesar 31 mm per hari.
Suhu udara berada pada kisaran 16–25,1°C dengan kelembaban tinggi mencapai 99 persen
Secara visual, Gunung Merapi tampak jelas meski sesekali tertutup kabut tebal.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi, mencapai ketinggian 50 meter di atas puncak kawah.
Sedangkan berdasarkan data seismik intensitas kegempaan yang signifikan.
Guguran tercatat sebanyak 196 kali dengan amplitudo 3-29 mm dan durasi hingga 192,92 detik.
Selain itu, terdapat 119 gempa hybrid/fase banyak, 22 gempa vulkanik dangkal, dan 2 gempa tektonik jauh.
"Aktivitas ini mengindikasikan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran," terang Agus.
Baca juga: 3 Fakta Sekelompok Orang Nekat Naik Gunung Merapi, Beredar di Media Sosial, Sosok Pendaki Dicari
Pihaknya menyebut status Gunung Merapi berada pada level 3 (siaga).
BPPTKG merekomendasikan masyarakat di sekitar kawasan termasuk Boyolali tak beraktivitas di daerah potensi bahaya.
Adapun daerah potensi bahaya di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak maksimal hingga 7 km dari puncak.
Sementara itu, sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.
"Masyarakat juga diminta waspada terhadap bahaya awan panas guguran (APG), lahar, dan gangguan abu vulkanik, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi," imbuhnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.