Fakta Menarik Tentang Solo
Arti Huruf AD pada Pelat Nomor Kendaraan di Solo Raya, Ternyata Bukan Singkatan, Ada Kaitan Inggris
Padahal makna pelat AD ini punya sejarah panjang yang ada kaitannya dengan masa penjajahan Inggris di Indonesia pada tahun 1810.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Selama ini, pelat nomor kendaraan dengan kode "AD" di wilayah eks-Keresidenan Surakarta sering kali dianggap sebagai singkatan.
Padahal makna pelat AD ini punya sejarah panjang yang ada kaitannya dengan masa penjajahan Inggris di Indonesia pada tahun 1810.
Pada masa penjajahan Inggris di Indonesia, tepatnya pada tahun 1810, Inggris membawa sekitar 15.600 tentara untuk merebut Pulau Jawa dari tangan Belanda.
Baca juga: Kenapa Surakarta Bisa Disebut Solo? Begini Asal-usulnya
Pasukan tersebut terbagi dalam 26 batalion, yang masing-masing dinamai dengan huruf-huruf dari A hingga Z.
Batalion yang berhasil merebut Batavia adalah Batalion B, sementara Batalion L sukses menguasai Surabaya.
Nama-nama batalion ini kemudian digunakan sebagai penanda wilayah, termasuk untuk pelat nomor kendaraan.
Pelat nomor kendaraan di sejumlah daerah, seperti Yogyakarta dan Solo, mencerminkan nama batalion yang ada pada masa tersebut.
Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Umbul Pengging Boyolali, Bermula dari Raja Solo Ingin Bangun Tempat Istirahat
Kota Solo, bersama dengan Yogyakarta, memiliki dua abjad dalam pelat nomor kendaraan mereka, yakni AD dan AB, yang mengacu pada batalion yang ditempatkan di wilayah tersebut.
Awalnya, Solo dan Yogyakarta bukanlah daerah jajahan Belanda, tetapi kedua wilayah ini akhirnya menyerah kepada Inggris
Setelah penyerahan tersebut, Inggris mengirimkan beberapa batalion untuk menjaga wilayah Solo dan Yogyakarta. Untuk Yogyakarta, Batalion A dan B bertugas, sementara untuk Solo, Batalion A dan D yang ditempatkan di sana.
Dengan demikian, kode "AD" pada pelat nomor kendaraan di Kota Solo dan sekitarnya merupakan penggabungan dari nama batalion yang ditempatkan di wilayah tersebut pada masa penjajahan Inggris.
Dalam sejarahnya, tidak semua batalion digunakan dalam pertempuran, seperti Batalion C, I, J, O, Q, U, W, X, Y, dan Z, karena mereka merupakan batalion cadangan yang tidak terlibat langsung dalam aksi militer.
(*)
| 10 Mitos Ibu Hamil Menurut Kepercayaan Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
| Ini Bedanya Bakso Solo, Bakso Wonogiri, dan Bakso Malang : Ternyata Bisa Dilihat dari Teksturnya |
|
|---|
| 8 Mitos Bangun Rumah Menurut Masyarakat Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
| Penjelasan Kenapa Kebanyakan Soto di Solo Berkuah Bening dan Porsinya Minimalis |
|
|---|
| Kota Solo Raih Predikat Kota Paling Maju di Indonesia Nomor 1, Ini Faktor-faktor Penilaiannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Berikut-asal-usul-pelat-nomor-AD-di-Solo-Raya.jpg)