Jembatan Kepil di Boyolali Ambrol

Jembatan Kepil Rusak Separuh, Warga Cabean Kunti di Boyolali Terancam Memutar Jauh Hingga 3 KM

Warga Cabean Kunti yang hendak menuju Boyolali Kota harus memutar sejauh 3 kilometer.

Tayang: | Diperbarui:

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Salah satu jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Cepogo rusak parah. 

Sayap jembatan sisi barat ambrol dan memunculkan rongga sedalam 7 meter. 

Jembatan itu berada di Dukuh Kepil, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo. 

Meski ada di Mliwis, namun jembatan lebih banyak digunakan oleh warga Desa Cabean Kunti. 

JEMBATAN AMBROL - Potret Jembatan Kepil di kecamatan Cepogo, Boyolali, yang ambrol, Senin (17/3/2025). Jembatan yang menghubungkan antara desa Mliwis dan Cabean Kunti ini pun tinggal separuh.
JEMBATAN AMBROL - Potret Jembatan Kepil di kecamatan Cepogo, Boyolali, yang ambrol, Senin (17/3/2025). Jembatan yang menghubungkan antara desa Mliwis dan Cabean Kunti ini pun tinggal separuh. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Salah seorang warga yang melintas Nanang warga Cabean Kunti, mengatakan jembatan Kepil memiliki fungsi penting untuk penghubung Desa Cabean kunti dengan Mliwis atau yang akan menuju Boyolali Kota. 

Sebab, kalau melintasi jalur utara harus memutar hingga 3 kilometer.

“Kalau mau mengantar anak berangkat ke Boyolali Kota, yang awalnya cukup 25 menit jadi harus berputar lewat Karanggondang, jadi satu jam,” katanya.

Suparto  warga yang lain mengatakan kerusakan jembatan ini semakin parah. 

Baca juga: BREAKING NEWS : Diguyur Hujan, Jembatan Antar Desa di Cepogo Boyolali Ambrol, Kini Tinggal Separuh

Tingginya intensitas hujan membuat debit air sungai meningkat sehingga pondasi jembatan semakin tergerus.

"Setelah longsor 7 meter itu, sedikit demi sedikit ini sudah mulai retak-retak di kiri-kanan sayap yang ambrol, ya kami berharap jembatan tersebut segera diperbaiki," terang

Sementara itu, Kepala Desa Mliwis, Hardani, mengatakan jembatan itu berada tepat di perbatasan Balong, Cabean dan Kepil, Mliwis. 

Namun, warga dari Cabean menggunakan jembatan tersebut sebagai akses utama dari jalan raya. 

“Jembatan tersebut menjadi akses ke MTs, SMP, SMA, dan MA yang berada di sisi utara jembatan. Para pekerja pabrik juga melewati akses tersebut untuk bekerja,” pungkasnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved