Klaten Bersinar

Bupati Klaten Hamenang dan Wabup Benny Sidak ke Pasar, Cek Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran!

TRIBUNSOLO.COM/Ibnu DT
BUPATI KLATEN SIDAK - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo didampingi Wabup Benny Indra Ardhianto bersama jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga komoditas bahan pokok di Pasar Tanjung, Kecamatan Juwiring, Klaten, pada Selasa (18/3/2025). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di Kabupaten Klaten, pada Selasa (18/3/2025). 

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang dan harga jelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Ikut mendampingi Bupati dan Wabup Klaten, perwakilan Forkopimda Klaten dan sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. 

Sidak pertama dilakukan di Pasar Srago, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. 

Turun dari mobil dinasnya, Bupati Hamenang menyambangi penjual sayur. 

Sempat berdialog, dirinya bertanya tentang ketersediaan barang dan harga. 

Baca juga: Tegas! Cegah Truk Sampah Luar Daerah Buang di Klaten, Bupati Hamenang Sepakat Ada Patroli

Tercatat sekitar 5 lapak pedagang didatangi Mas Bupati bersama rombongan. 

Di Pasar Srago, harga beras medium di kisaran Rp 12 ribu hingga 14 ribu per kilogram dan beras premium Rp 16 ribu hingga 18 ribu per kilogram, telur ayam negeri Rp 26 ribu per kilogram atau naik Rp seribu dari harga sebelum Ramadan lalu.

Sedangkan harga minyak goreng terpantau masih stabil di harga Rp 17.500 per liter. 

“Kenaikan belum banyak, beberapa bahan pokok harganya juga masih sama dari awal Ramadan. Biasanya kenaikan terjadi beberapa hari menjelang Lebaran,” kata Yuli, pedagang sembako di Pasar Srago, Selasa (18/3/2025).

Sementara harga daging ayam mengalami penurunan dari harga Rp 36 ribu per kilogram menjadi Rp 34 ribu  per kilogram.

Dikatakan Hariyanton pedagang daging ayam di Pasar Tanjung, Juwiring mengatakan penurunan harga daging ayam terjadi dalam sepekan terakhir, namun diperkirakan akan mengalami kenaikan saat mendekati lebaran.

“Saat ini turun, kemudian biasanya mengalami kenaikan karena banyak yang mencari mendekati lebaran. Kemungkinan harganya naik sampai Rp 40 per kilogram,” ujarnya.

Terkait pasokan, menurutnya tidak ada kendala lantaran banyaknya distribusi dari peternakan dan rumah potong di Klaten.

Berbeda dengan komoditas hortikultura seperti sayuran dan cabai justru mengalami kenaikan. Dari pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di sejumlah pasar tradisional, harga cabai masih terpantu tinggi sekitar Rp 100 ribu per kilogram.

Baca juga: Bupati Hamenang Tarling di Masjid Asy Syafaah Bersejarah di Klaten, Upayakan Perbaikan Fasilitas

Hal tersebut dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi sehingga berdampak pada penurunan jumlah panen. 

Lebih lanjut penyebab sulitnya pengendalian harga komoditas hortikultura dijelaskan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten Anang Widjatmoko. 

Menurutnya, sulitnya pengendalian harga komoditas hortikultural terjadi lantaran mayoritas pasokannya berasal dari luar daerah.

“Kenaikannya dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari kondisi panen hingga proses distribusi."

"Semisal pengirimannya terhambat, maka harganya bisa ikut naik,” ungkapnya saat mendampingi inspeksi pasar tradisional jelang lebaran.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang mengungkapkan, dari hasil pantuan tim di sejumlah pasar tradisional, belum dibutuhkan operasi pasar. Pasalnya harga relatif stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

“Namun tidak menutup kemungkinan jika terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan dan kondisi stok bahan pokok sulit didapatkan oleh masyarakat, Pemkab Klaten akan melakukan operasi pasar jelang lebaran,” paparnya.

(*)