Fakta Menarik Tentang Sragen

Asal-usul Nama Sragen yang Kini Jadi Kabupaten, Berasal dari Kata Pasrah dan Legen

Nama Sukowati ini disebut-sebut sudah ada sejak masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno, tepatnya pada abad ke-7.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunsolo.com/Septiana Ayu Lestari
ALUN-ALUN SRAGEN - Suasana Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen, Selasa (15/8/2023). Beginilah asal-usul nama Sragen yang kini jadi kabupaten di Jawa Tengah. (Tribunsolo.com/Septiana Ayu Lestari) 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Sragen merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang dikenal dengan sebutan Bumi Sukowati.

Nama Sukowati ini disebut-sebut sudah ada sejak masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno, tepatnya pada abad ke-7.

Sementara itu, nama Sragen sendiri berasal dari kata pasrah dan legen (fermentasi sari gula kelapa), yang disematkan oleh Pangeran Sukowati.

Baca juga: Asal-usul Tugu Boto di Klodran Karanganyar, Bangunan Ikonik Simbol Gotong Royong Warga Masa Lampau

Sejarah Sragen pada  Periode Kerajaan Mataram Kuno

Sejarah Kabupaten Sragen, yang dijuluki Bumi Sukowati, dapat ditelusuri dari abad ke-8, ketika Kerajaan Mataram Kuno berdiri.

Ketika Mataram Kuno diperintah oleh Rakai Panangkaran, raja bawahannya yang bernama Rakai Walaning Pukumbayoni menyingkir ke sebuah daerah akibat terjadi peperangan.

Daerah tersebut dinamakan Sukowati.

Oleh karena itu, Rakai Walaning Pukumbayoni dianggap sebagai cikal bakal Bumi Sukowati.

Periode Kerajaan Mataram Islam

Hari Jadi Kabupaten Sragen ditetapkan tanggal 27 Mei 1746.

Berdasarkan sejarah, tahun itu merupakan momen penting di mana Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengkubuwono I) menancapkan tonggak perlawanan terhadap Belanda.

Pangeran Mangkubumi adalah adik dari Sunan Pakubuwono II yang sangat membenci Belanda, terutama setelah pengaruhnya mengganggu pemerintahan Kerajaan Mataram Islam.

Oleh sebab itu, Pangeran Mangkubumi mengibarkan bendera perang terhadap Belanda.

Suasana Alun-alun Sragen saat malam takbiran Hari Raya Idul Adha 1443 H, di Jalan Sukowati Sabtu (9/7/2022) malam.
ALUN-ALUN SRAGEN - Suasana Alun-alun Sragen saat malam takbiran Hari Raya Idul Adha 1443 H, di Jalan Sukowati Sabtu (9/7/2022) malam. (TribunSolo.com/Septana Ayu)

Dalam perlawanannya, ia bersama pasukannya bergerak melewati Desa Cemara, Tingkir, Wonosari, Karangsari, Ngerang, Butuh, dan Guyang.

Setelah itu, Pangeran Mangkubumi melanjutkan perjalannya ke Desa Pandak, yang masuk ke dalam Bumi Sukowati.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved