Fakta Menarik Tentang Karanganyar

Asal-usul Kecamatan Colomadu di Karanganyar, Dulu Namanya Malangjiwan

Malangjiwan berubah menjadi Colomadu yang terinspirasi dari nama pabrik di wilayah itu, Pabrik Gula Colomadu (Tjoloemadoe).

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribun Solo / Mardon Widiyanto
SUASANA DI COLOMADU - Suasana jalan Adi Sucipto, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (20/10/2024). Beginilah asal-usul nama Kecamatan Colomadu. 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kecamatan Colomadu berlokasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dahulu sebelum Indonesia merdeka, Kecamatan Colomadu bernama Malangjiwan.

Tetapi ketika Indonesia merdeka, dan Kadipaten Mangkunegaran menyerahkan wilayahnya ke pemerintah pusat.

Baca juga: Buka Cabang di Kloran Colomadu, Warung Ayam Goreng Mulyani Cabang Sukoharjo Bisa Jadi Pilihan Bukber

Malangjiwan berubah menjadi Colomadu yang terinspirasi dari nama pabrik di wilayah itu, Pabrik Gula Colomadu (Tjoloemadoe).

Saat ini Malangjiwan sendiri sudah menjadi salah satu nama desa di Kecamatan Colomadu.

Pabrik Gula Colomadu berdiri atas inisiasi KGPAA Mangkunegara IV pada tahun 1861, dan sempat mengalami beberapa perluasan.

Pabrik tersebut menjadi tolak ukur modernisasi bagi Kadipaten Mangkunegaran, bahwa mereka mampu mengolah hasil bumi rakyat yang mayoritas petani tebu.

Baca juga: Rekomendasi 5 Tempat Makan Enak di Colomadu Karanganyar untuk Buka Puasa, Tak Jauh dari Gerbang Tol

Selain itu Mangkunegara IV ingin membuktikan bahwa penguasa bisa menjadi pengusaha yang dimana kala itu perusahaan banyak dimonopoli oleh Belanda dan Cina.

Pabrik gula tersebut menjadi penguat dan pemasukkan utama bagi kas Kadipaten Mangkunegara.

Namun saat Jepang masuk ke Indonesia, usaha pabrik gula terhenti, karena mereka fokus pada usaha penanaman padi dibanding tebu.

Hingga akhirnya Indonesia merdeka, pabrik gula tersebut diambil alih oleh PT Perkebunan Nusantara.

Baca juga: 3 Rekomendasi Restoran Steak di Colomadu Karanganyar Jateng, Bisa Buat Bukber Sama Calon Mertua

Namun karena kejayaan pabrik gula sudah tidak sama seperti sebelumnya, beberapa tahun beroperasi, pabrik gula Colomadu akhirnya berhenti beroperasi pada tahun 1998.

Saat ini pabrik bersejarah tersebut masih dikelola pemerintah di bawah naungan BUMN.

Akan tetapi telah beralih fungsi sebagai pusat wisata dengan berbagai fasilitas yang dapat diakses pengunjung.

Seperti kafe, ataupun bekas pabrik yang direstorasi sebagai museum yang dapat dinikmati oleh khalayak umum.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved