Aksi Damkar di Solo Raya

Kisah Efan Riswaya, dari PNS di Dukcapil, Tak Pernah Nyangka Jadi Damkar Karanganyar, Kini Terkesan!

Efan Riswaya, mengaku tak pernah bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang anggota pemadam kebakaran (damkar).

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
TAK MENYANGKA JADI DAMKAR. Efan Riswaya Pratama, Kasi Damkar PP Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Kamis (14/9/2023). Efan Riswaya, mengaku tak pernah bermimpi atau bercita-cita menjadi seroang anggota pemadam kebakaran (damkar). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Efan Riswaya, mengaku tak pernah bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang anggota pemadam kebakaran (damkar).

Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sarana dan Prasarana Kabupaten Karanganyar itu dulunya pun hanya ingin bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Baca juga: Jadi Primadona dan Pilihan Warga Atasi Segala Masalah, Berapa sih Gaji Damkar di Solo Raya? 

Dengan berbekal lulusan sarjana di bidang pemerintahan, Efan lantas berhasil diangkat menjadi PNS tahun 2018 silam.

"Saya itu diangkat jadi PNS tahun 2018, jadi staf Disdukcapil. Tapi nggak disangka, ketika 2023 bulan Februari saya dapat amanah jadi kasi damkar," kata Efan, saat podcast bersama TribunSolo, Rabu (26/3/2025). 

Damkar yang memang merupakan salah satu instansi pemerintah memang kerap melakukan rotasi di jajarannya.

"Kalau diinstansi pemerintah itu hal yang sangat wajar jika awalnya dimana, kemudian dirotasi kemana, karena semuanya kembali lagi belajar dari nol. Intinya semua itu bisa kita pelajari. Walaupun basicnya saya itu sarjana pemerintahan," katanya.

Efan pun mahfum terkait hal itu. Dia tak menyesali didapuk menjadi damkar, hanya mengakui ada kekagetan pertama kali mendengar rotasi tersebut.

Sebab dirinya tak terlalu mengetahui perihal damkar. Bahkan belum pernah merasakan terjadinya kebakaran seperti apa.

"Sama sekali tidak (menyangka). Dulu kan damkar juga belum viral, saya juga kurang tahu karena belum pernah berkecimpung di dalamnya dan belum pernah merasakan terjadinya kebakaran. Saya awam dengan itu," jelasnya.

Petugas Damkar memadamkan api di lahan kosong di Dusun Cobor, RT 03, RW 03, Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Kamis (7/11/2024)
Petugas Damkar memadamkan api di lahan kosong di Dusun Cobor, RT 03, RW 03, Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Kamis (7/11/2024) (Istimewa/Dok. Damkar PP Satpol PP Kabupaten Karanganyar )

Baca juga: Viral Palugada di Medsos, Damkar Karanganyar Akui Kini Aduan dari Warga Masuk Berkali-kali Lipat

Namun, Efan justru merasa terkesan dengan banyaknya hal luar biasa yang dia temui setelah menjadi damkar.

Termasuk dari ketulusan para anggota damkar dalam tiap menunaikan tugasnya. Tak peduli seberapa berbahayanya ataupun beratnya permintaan aduan masyarakat, dia melihat tiap anggota damkar selalu melakukannya dengan niat ingin menolong.

"Cita-cita dulu itu seperti PNS biasa di bagian administrasi, tapi ketika masuk damkar banyak hal luar biasa yg nggak bisa saya sampaikan dengan kata-kata. Betapa rekan-rekan saya itu melaksanakan tugas bukan karena menerima imbalan tapi memang dari hati," kata Efan.

"Mereka tergerak ketika menerima aduan. Kadang ketika standby duduk, menerima laporan tanpa pikir panjang dimana kejadian, bagaimana sebesar apa kejadiannya, mereka langsung sigap menggunakan APD tanpa berpikir ini berbahaya atau tidak buat mereka. Itu siap dan langsung siap, itu 5 menit nggak ada," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved