Fakta Menarik Tentang Solo
Asal-usul Mojosongo yang Kini jadi Nama Kelurahan di Solo, Dulu Daerah Terpinggirkan
Kelurahan Mojosongo, yang terletak di Solo, awalnya dianggap terpinggirkan dan kurang mendapat perhatian dalam hal pembangunan.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kelurahan Mojosongo merupakan nama sebuah kelurahan di kecamatan Jebres, Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.
Kelurahan ini memiliki kode pos 57127.
Kelurahan Mojosongo terletak paling utara di Kota Solo.
Baca juga: Asal-usul Nama Gemolong yang Kini Jadi Kecamatan di Sragen, Dulu Disatukan oleh Belanda
Bentuk topografi berbukit-bukit dan merupakan dataran tertinggi di Solo.
Mojosongo merupakan kelurahan dengan jumlah penduduk terbesar di Kota Solo.
Asal-usul Mojosongo
Kelurahan Mojosongo, yang terletak di Solo, awalnya dianggap terpinggirkan dan kurang mendapat perhatian dalam hal pembangunan.
Namun, seiring berjalannya waktu, kelurahan ini menunjukkan perkembangan pesat terutama dalam hal sarana dan prasarana.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari banyaknya investor dan pengembang yang mulai melirik wilayah ini, salah satunya karena harga tanah yang relatif murah dan fakta bahwa Mojosongo merupakan wilayah yang bebas dari ancaman banjir.
Baca juga: Asal-usul Kecamatan Baki di Sukoharjo, Namanya Diambil dari Prajurit Keturunan Tionghoa
Dulunya, Mojosongo dikenal sebagai daerah yang kurang diperhatikan, namun kini kelurahan ini berkembang menjadi salah satu kawasan yang memiliki berbagai keunikan dan potensi.
Salah satu hal yang menonjol adalah keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Putri Cempo, yang menjadi pusat pembuangan sampah untuk seluruh Kota Surakarta. Meskipun demikian, keberadaan TPS ini tidak menghalangi kemajuan kelurahan Mojosongo yang semakin berkembang pesat.
Kini, banyak perumahan yang bermunculan dan perusahaan-perusahaan mulai membangun di Mojosongo.
Dengan semakin banyaknya pembangunan infrastruktur dan pemukiman, kelurahan ini menjadi semakin menarik bagi masyarakat dan pengusaha.
Salah satu faktor yang mempengaruhi hal ini adalah harga tanah yang masih relatif terjangkau, serta kenyataan bahwa wilayah ini bebas banjir, menjadikannya sebagai tempat yang aman dan ideal untuk investasi.
Kampung Agrowisata Bonsai: Keunikan Mojosongo
| Asal-usul Nama Kawasan Baron di Solo: dari Tempat Tinggal Bangsawan, Kini jadi Tempat Kuliner Ikonik |
|
|---|
| Solo Terlempar dari 10 Besar sebagai Kota Paling Toleran Indonesia, Terakhir Masuk di Era Gibran |
|
|---|
| Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia 2025 Versi SETARA : Solo Tak Masuk 10 Besar |
|
|---|
| Mitos Bulan Dulkangidah Menurut Masyarakat Solo Raya: Kenapa Tak Dianjurkan Menikah di Bulan Ini? |
|
|---|
| 10 Mitos Ibu Hamil Menurut Kepercayaan Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bangunan-Pasar-Joglo-baru-usai-diresmikan.jpg)