Mayat Mengambang di Kali Anyar Solo

Temuan Mayat Terikat di Kali Anyar Solo, Ada Indikasi Korban Pembunuhan

Prastiyo menjelaskan bahwa korban ternyata sudah berada di Solo selama 5 hari sebelum ditemukan tak bernyawa.

TribunSolo.com/Ryantono PS
TAK BERNYAWA : Ilustrasi mayat, beberapa waktu lalu. Mayat pria yang ditemukan dalam kondisi terikat di sungai Kali Anyar, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo pada (26/3/2025) lalu telah diketahui identitasnya yakni berinisial AH (75) warga Kota Depok Jawa Barat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Mayat pria yang ditemukan dalam kondisi terikat di sungai Kali Anyar, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo pada (26/3/2025) lalu telah diketahui identitasnya yakni berinisial AH (75) warga Kota Depok Jawa Barat.

Hal itu diungkap Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Reskrim Polresta Solo AKP Prastiyo Triwibowo.

"Untuk identitas inisial AH, lahir tahun 1950 atau sekitar umur 75 tahun dan domisili di Kota Depok (Jawa Barat)," ungkap Prastiyo, Senin (7/4/2025) sore.

Ia menambahkan, usai otopsi, jenazah korban juga telah dijemput oleh anaknya dan telah dimakamkan.

"Untuk posisi saat ini telah dibawa anak kandungnya dan sudah dimakamkan," lanjut dia.

MAYAT TANGAN TERIKAT : Penemuan mayat dengan tangan terikat di sungai Kali Anyar, Mojosongo, Solo, Rabu (25/3/2025) siang. Teka-teki jasad pria tanpa identitas yang ditemukan mengapung kemarin masih belum terpecahkan.
MAYAT TANGAN TERIKAT : Penemuan mayat dengan tangan terikat di sungai Kali Anyar, Mojosongo, Solo, Rabu (25/3/2025) siang. Teka-teki jasad pria tanpa identitas yang ditemukan mengapung kemarin masih belum terpecahkan. (Istimewa)

Disinggung apakah indikasi kematian korban lantaran ada indikasi dugaan pembunuhan, Prastiyo sampai saat ini masih belum bisa memutuskan.

Namun dari sejumlah temuan pihaknya, ada indikasi kematian korban lantaran diduga merupakan korban pembunuhan.

Prastiyo menjelaskan bahwa korban ternyata sudah berada di Solo selama 5 hari sebelum ditemukan tak bernyawa.

"(Indikasinya) Mati lemas karena kehabisan napas. Dari penyelidikan anggota reskrim dari temuan sudah ada sekitar 5 hari di Solo sebelum meninggal dunia dalam rangka berobat alternatif karena yang bersangkutan punya diabetes melitus," lanjut dia.

Dalam kesempatan yang sama, Prastiyo menegaskan tidak ditemukan indikasi kekerasan dari hasil otopsi sementara.

"Negatif, yang pasti meninggalnya karena mati lemas kehabisan nafas. Kekerasan benda tumpul juga tidak ada," urainya.

Baca juga: Identitas Mayat di Kali Anyar Solo Terungkap, Pria 75 Tahun Berasal dari Kota Depok

Namun dari temuan petugas, korban meninggal akibat ikatan di bagian leher dan dada sehingga mengakibatkan AH mati lemas.

"Bahasa kedokteran mengatakan karena ada ikatan di otot dada dan leher sehingga mengakibatkan kehabisan nafas dan mati lemas," imbuhnya.

Lebih lanjut, Prastiyo tak memungkiri adanya indikasi kesengajaan atau pembunuhan pada kasus penemuan mayat tersebut.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved