Kebakaran Kandang Ayam di Sumberlawang

Suasana Mencekam Saat Kandang Ayam Terbakar di Sragen, Teriakan Karyawan Pecah di Tengah Kobaran Api

Suasana mencekam saat kandang ayam di Sumberlawang Sragen terbakar. Karyawan ada yang berteriak saat kebakaran itu terjadi.

|
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Suasana berubah mencekam ketika kobaran api tiba-tiba melahap sebuah kandang ayam di Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Rabu (23/4/2025) malam.

Asap pekat membumbung ke udara, dan jeritan panik para karyawan pecah saat menyadari kobaran api mulai membesar.

Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian besar, ditaksir mencapai Rp7,5 miliar.

Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi melalui Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, menyampaikan bahwa beberapa jam sebelum kejadian, kandang ayam tersebut baru saja diisi sekitar 22.000 ekor anak ayam.

"Menjelang sore, sekitar pukul 17.30 WIB, salah satu karyawan melihat kobaran api muncul dari alat pemanas ayam. Api itu cepat membesar setelah menyambar sekam padi yang digunakan sebagai alas kandang," jelas Sudarmaji kepada TribunSolo.com.

Teriakan karyawan langsung menggema di seluruh area kandang.

Para pekerja berlarian sambil memberi peringatan kepada rekan-rekannya.

Baca juga: Kebakaran Kandang Ayam di Sumberlawang Sragen, Kerugian Capai Rp7,5 Miliar 

Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha melawan api yang terus merambat dengan cepat.

Namun, upaya mereka sia-sia. Api makin sulit dikendalikan. Mereka segera menghubungi pemadam kebakaran.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB setelah armada dari Pos Damkar Gemolong dan Sragen, dibantu warga sekitar, dikerahkan ke lokasi.

Namun kerusakan sudah terlanjur besar.

Bangunan kandang tiga lantai dengan ukuran 100 x 12 meter hangus.

Sebanyak 21 unit blower, 220 sak pakan ayam, satu sepeda motor Honda X 110, dan peralatan kandang lainnya turut dilalap api. Tak hanya itu, 22.000 ekor ayam mati terpanggang dalam insiden mengerikan tersebut.

"Total kerugian mencapai Rp7.500.000.000, dan penyebab kebakaran diduga berasal dari kebocoran gas elpiji 12 kg yang digunakan untuk pemanas ayam," ujar Sudarmaji.

Tak hanya kerugian materi, tiga orang pekerja turut menjadi korban, Mereka mengalami sesak napas. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved